by

Tiada yang Kebal Covid, 2X Vaksin pun Akhirnya Masuk RS

Oleh : Ainur Rofiq Al Amin

Terpaksa saya share tulisan ini untuk menjawab status orang baik yang kena kopid. Saya share agar membuat tenang pembaca yang sedang memikirkan kondisi kopid dan paksin saat ini.

Selasa pagi kemarin, saya diberitahu oleh istri atas orang baik yang dirawat di RS karena kopid. Karena saya kenal dengan beliau, maka saya telusuri medsosnya untuk memastikan kapan divaksin. Pada bulan Pebruari dimana orang baik ini divaksin yang pertama, beliau menulis, “Ada doa untuk sehat tapi harus ikhtiar agar tahan dan kebal dari penyakit.” Lalu dalam status terbaru beliau, orang baik ini menulis telah dipaksin dua kali, namun masih terkonfirmasi positif setelah swab PCR.

Selanjutnya beliau simpulkan tiada yang kebal dari kopid kalau abai atas protokol kesehatan. Dalam kalimat selanjutnya orang baik ini menulis, “Sudah vaksin dua kali dan sudah mematuhi protokol kesehatan tapi masih kena kopid.”Anak saya Dimitry Mohammedy biasa mengintip saat saya buka HP. Kebetulan sore kemarin dia tertarik membaca penggalan tulisan saya yang belum selesai ini. Maka HP saya serahkan, dan dia membaca selanjutnya saya tanya, “Setelah membaca tulisan tersebut apa yang adik pikirkan?”

Dia menjawab, “Katanya ikhtiar divaksin agar kebal tapi kok tidak kebal?” Saya melanjutkan bertanya, “Kalau begitu divaksin itu berguna apa tidak?” Jawabnya, “Enggak”. Saya masih bertanya lagi, “Lha menaati protokol kesehatan berguna atau tidak?” Jawabnya, “Enggak”.Tes kepada anak saya untuk memahami narasi yang hasilnya demikian itu bisa jadi pembaca lain juga menyimpulkan demikian. Mungkin saja status dari orang baik ini membuat orang yang takut atau sakit menjadi lebih takut. Padahal saat ini bagi kita yang penting adalah membuat orang yang takut atau sakit agar bisa tenang dan damai.

Pembaca lain juga bisa menyimpulkan untuk tidak percaya kepada vaksin karena tiada beda antara yang divaksin dan tidak, nyatanya tetap masuk RS. Kalau sudah taat prokes ternyata masih positif berarti tidak efektif prokesnya. Implikasi lebih jauh adalah negara yang sudah mengeluarkan dana besar untuk vaksin, ternyata tidak manjur. Apalagi targetnya nanti sehari satu juta paksin.

Saya yakin status orang baik tersebut sebenarnya ingin agar kita berhati-hati. Namun salah paham orang lain saat membaca memang mungkin terjadi.Lebih jauh agar tidak membuat ruwet nalar terkait vaksin adalah bisa ditelusuri dari kasus orang baik tersebut:

1. Kalau sekedar swab dan hasilnya positif di hidung alias terpapar, sebenarnya adalah hal biasa. Karena memang orang yang telah dipaksin bisa saja terpapar lagi. Maka tepat cara Pakdhe Indro dengan cuci hidung untuk membuang virus. lihat video cara pembuatan air garam grosok plus cuci hidungnya : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=328483078837105&id=1000502624705982.

Kalau sekedar swab positif dan demam ringan, juga masih wajar karena dalam perpaksinan, nanti dalam waktu sehari sel memory dari paksin biasanya akan memanggil antibody untuk membabat pirus kopid. Jadi tidak perlu ke RS. Kalaupun beliau ke RS semoga dalam rangka istirahat semata dan menghindari kontak dengan anak-anaknya.

3. Sejak awal kita kan tahu bahwa efektivitas vaksin ada yang 60 persen ada yang lebih lagi. Sehingga, supaya fair, seharusnya memang dihitung. Mungkin yang sakit setelah divaksin tetap lebih sedikit daripada yang tidak sakit, sesuai dengan klaim efektivitas vaksin.

4. Namun kalau sakitnya parah mungkin paksinnya perlu dilihat merek apa? Karena ada kolega yang telah menguji di lab ada paksin yang tidak efektif mengatasi kopid. Nampaknya sakitnya tidak parah karena beliau masih bisa menulis status. Alhamdulillah.

5. Ada beberapa penyakit dengan gejala mirip dengan covid yakni gejala ISPA seperti batuk, demam, dan anosmia. Walhasil bisa saja seseorang hanya terpapar covid di tempat swab, tapi sakit ISPA-nya karena virus lain.Virus ada human coronavirus (common cold), rhinovirus, HRSV, influenza dan sebagainya. Maka agar lebih detail PCR lewat darah.

Sumber : Status Facebook Ainur Rofiq Al Amin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed