by

Sekolah Tatap Muka

Oleh : Aru Martino

Sebenarnya semua itu kembali kepada keluarga masing-masing.Peran keluarga dalam menjaga kesehatan anak dan pola hidup itu sangat penting sekali.Mau gak setuju sekolah tatap muka lantaran takut anaknya terkena covid tapi kalo dr keluarga tidak ikut menjaga anak ya sama saja.

Lihat saja di tempat-tempat umum, seberapa banyak anak-anak yang masih sekolah kita lihat bermain ditempat umum tanpa masker?Mereka takut anaknya kena covid saat sekolah tatap muka tapi tidak takut anaknya kena covid saat keluar rumah setiap hari hanya untuk tujuan menghabiskan waktu kosong.

Tidak sedikit orang-orang yang saya kenal di dunia nyata yang menolak sekolah secara tatap muka tapi membebaskan anaknya keluar rumah tanpa memberikan peringatan keras terhadap bahaya covid diluar.Itulah sebabnya kenapa saya beranggapan bahwa proses pendidikan tatap muka sebenarnya tidak perlu terlalu dibuat polemik selama pihak sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat, seperti:

1. Membatasi jumlah siswa.

2. Yang sakit dilarang masuk.

3. Memberikan kebebasan kepada orang tua murid untuk memilih.

4. Menyediakan barang yang dibutuhkan untuk protokol kesehatan.

5. Mewajibkan pendidik dan peserta didik menggunakan masker dan menjaga jarak.

6. Dlsbnya.Jadi itulah alasan saya kenapa mendukung proses belajar secara offline.

Itu semua bukan karena tidak ingin mendukung program pemerintah tapi lebih melihat bahwa covid ini gak akan mereda kalo dr pihak keluarga juga tidak ikut menerapkan aturan yg ketat terhadap anak-anaknya.Dan satu lagi yang menurut saya sangat penting,Proses pendidikan anak secara daring itu dapat mempengaruhi pertumbuhan anak dalam banyak hal.

Sumber : Status Facebook Aru Martino

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed