by

Beruntung Yang Hidup Dijaman Jokowi

Oleh : Sunny Chang

Mari kita jujur dengan hati dan luruskan pikiran kita tanpa embel embel dan dalih ini itu… Saya hanyalah pribadi juga masyarakat, rakyat, anak bangsa, warga negara yang lahir di tanah air indonesia tercinta ini dan juga punya suara hati yang ada dalam benak saya. Saya juga hanya seorang IRT dan relawan akar rumput yang tidak berafiliasi dengan partai manapun dan tidak ada kaitan dengan caleg bacaleg, karena inilah saya seorang Sanny Chang.

Sejak kecil hingga duduk di SMU masih dibawah pemerintahan orba. Buku sejarah yang saya pelajari sebagian besar sangat tidak sesuai kenyataan yang terjadi..(juga sudah berlalu). Hingga pada ahirnya saya melihat, menyaksikan masa pemerintahan pakde Jokowi ini begitu banyak perubahan dan kebaikan yang sangat jelas, tetapi bagi haters itu semua tidak ada dan mereka buta yang dipaksakan, tuli yang disengaja.

Sampai hari dimana tahun 2020 si corona bertandang ke bumi pertiwi beliau masih presiden ku yang tetap menepikan saran yang dilakukan oleh pemimpin dunia yang lain selain negri +62. Tidak ada yang mengharapkan dan menginginkan pandemi terus menyambung kontraknya di bumi pertiwi +62 yakni tahun 2021. Sekali lagi beliau presidenku terus tiada settingan untuk terus melaporkan apa saja kerjanya, ngapain aja, sedang apa, lagi dimana, bagai orang pacaran kepada pasangannya

Saya, kamu, dia, kami, kita, semuanya tidak ada yang memilih untuk susah dan disusahkan, begitu juga beliau yang mengemban tugas negara, tapi janganlah membiarkan beliau sendiri yang memikul tanggung jawab, karena kita semua bertanggung jawab atas kebaikan bersama. Titik jenuh disaat sekarang ini, karena sikon semakin jadi, sebuah keputusan dan ketegasan diberlakukan sebagai sebutan PPKM dimana sebelumnya dulu di tahun 2020 ada PSBB dimana negara lain berlaku LOCK DOWN, tetapi beliau presidenku mengambil sebuah keputusan besar untuk tidak ikutan LOCK DOWN.

Lantas disaat dimana semakin jadi, masih banyak orang yang bengal, bandal, susah diatur, bahkan bermain main dengan opini sendiri bahwa tidak ada itu corona, sepele dan anggap remeh soal prokes yang diwajibkan untuk dipatuhi bersama. Dalam sikon yang rentan menjadi sesuatu yang ranum dan segar bagi para haters beliau, sikon ini bisa dipergunakan sebagai kesempatan bagi para haters beliau, orang orang yang hobi korupsi, hobi kong kali kong, hobi berkonspirasi, dan hobi barter kepentingan demi sebuah ambisi dan posisi, incaran sebuah kursi, untuk merecoki apapun itu kebijakan beliau presiden Joko Widodo.

Menjadi beliau itu tidak segampang omdo, tidak sesederhana kalimat umumnya, tidak semudah membalikan telapak tangan, membuat keputusan dan memberlakukan sebuah kebijakan itu simalakama dan itu tetap dilema, dimana diberlakukan orang orang kebakaran jenggot karena sikon dimana mana serba PPKM, tidak diberlakukan juga salah karena sangat banyak yang susah diatur (manusia bengal), tidak perduli dan tidak mau tau prokes yang wajib hingga membahayakan orang lain yang imun tubuhnya lemah dari dirinya. Lebih lebih jika kaki tangan ke lapangan itu kelakuan arogan dan petantang petenteng terhadap warga.Jangan pula yang bertugas sudah sesuai aturan, yang ditegur nggak bisa dibilangin dan gak terima ditegur atas keteledorannya karena tidak ikuti prokes yang wajib.

Semua kembali lagi kepada kita sendiri, apakah kita sudah menjadi orang yang perduli pada sekitar. Jika keselamatan diri sendiri saja sudah gak perduli bagaimana bisa perduli pada keselamatan orang lain dan itu semua untuk kebaikan bersama. Semogalah pandemi ini dimana alam juga membantu kita, kita manusialah yang merusak alam, kita juga yang bisa berupaya menjaga kelestarian alam. Berharap dengan kekuatan doa saja tidak akan mungkin, semua tetap harus sama sama berupaya demi kebaikan bersama.Salam Instropeksi…

Sumber : Status Facebook Sunny Chang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed