by

Sesat Pikir Felix Siauw Terkait Nasionalisme

Dari pernyataan di atas, Felix membuat definisi secara keliru bahwa nasionalisme adalah persatuan maya yang dibangun atas kesamaan suku bangsa. Secara keliru, Felix menyamakan nasionalisme dengan tribalisme atau kesukuan. Felix gagal paham bahwa Indonesia bukan satu suku bangsa melainkan banyak suku bangsa yang mengikatkan diri pada satu nasionalisme bernama bangsa Indonesia. Felix gagal paham bahwa nasionalisme Indonesia tumbuh di dalam taman sari Internasionalisme – meminjam Istilah Bung Karno – yakni, Nasionalisme yang merayakan persaudaraan bangsa-bangsa dengan teguh pada nilai-nilai peri-kemanusiaan.

Artinya, nasionalisme yang dipahami Felix Siauw adalah cara pandang Eropa Abad 19, terutama paska revolusi Perancis, yang melekatkan nasionalisme pada kesamaan suku bangsa, nation-state, satu negara satu (suku) bangsa. Cara pandang seperti ini merupakan nasionalisme purba yang sudah direvisi oleh Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

Nasionalisme modern tidak lagi melekatkan dirinya pada kesamaan suku bangsa melainkan pada kesamaan karakter. “die au seiner Schicksalsgemeinschaft”, komunitas karakter yang berkembang dari komunitas pengalaman bersama, ujar Otto Bauer.

Bung Karno, bapak nasionalisme Indonesia, menegaskan :

“bangsa Indonesia, natie Indonesia, bukanlah satu golongan orang yang hidup dengan ‘le desire d’etre ensemble” di atas daerah kecil seperti Minangkabau, atau Madura, atau Yogya, atau Sunda, atau Bugis; tetapi Bangsa Indonesia ialah seluruh manusia-manusia yang menurut geopolitik yang telah ditentukan oleh Allah swt tinggal dikesatuannya semua pulau-pulau Indonesia dari ujung utara sumatera sampai ke Irian, seluruhya..!!”

Singkatnya, menyamakan nasionalisme dengan tribalisme adalah tabiat sesat pikir, kurang baca buku, kurang belajar, dan yang lebih penting, tidak paham Bagaimana konstruksi nasionalisme Indonesia dibangun.

Kepada ustadz Felix Siauw dan kawan-kawan HTI saya sarankan untuk membaca dengan jernih dan meninjau ulang gagasan nasionalisme Bung Karno. Di sana niscaya akan ditemui mutiara keindahan nasionalisme Indonesia.

Sumber :islami.co

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed