by

Mengapa Dai Takut Disertifikasi Bro?

Oleh : Abdulloh Faizin

Kita awali dengan adigum agar kalian tahu pentingnya sertifikasi untuk mencoba kematangan dalam berdakwah. كل مدع ممتحنSetiap orang yang mengaku ngaku ( bisa ) harus di uji dulu jadi kalian harus teruji jika merasa pintar apalagi mengajarkan dakwah Agama Jika kalian mempunyai pengetahuan mumpuni tentang Agama mengapa takut disertifikasi ?

Jika kalian mempunyai kualifikasi kwalitas keilmuan Agama ? Mengapa panik disertifikasi ? Jika kalian mempunyai metode dan strategi dakwah yang benar dan sesuai mengapa harus framing fobia disertifikasi ?Pengetahuan kualifikasi dan metode strategi dakwah kalian akan diuji dalam uji sertifikasi hingga valid dan terbukti bahwa kalian ahli

.إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ

“Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat” (HR. al Bukhary)Ketika menjelaskan hadits ini, Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalany mengutip pernyataan Ibnu Baththal (w. 449 H)

:مَعْنَى أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ أَنَّ الْأَئِمَّةَ قَدِ ائْتَمَنَهُمُ اللَّهُ عَلَى عِبَادِهِ وَفَرَضَ عَلَيْهِمُ النَّصِيحَةَ لَهُمْ فَيَنْبَغِي لَهُمْ تَوْلِيَةُ أَهْلِ الدِّينِ فَإِذَا قَلَّدُوا غَيْرَ أَهْلِ الدِّينِ فَقَدْ ضَيَّعُوا الْأَمَانَةَ الَّتِي قَلَّدَهُمُ اللَّهُ تَعَالَى إِيَّاهَا

Arti kalimat “urusan itu diserahkan (dipercayakan) kepada orang yang bukan ahlinya” bahwa sesungguhnya para imam (pemimpin) itu telah diberi amanah oleh Allah atas para hamba-Nya; dan mereka diwajibkan memberikan nasihat kepada mereka. Oleh karena itu, hendaknya umat Islam menyerahkan kekuasaan kepada orang yang ahli (mengerti betul) tentang agama. Maka jika mereka menyerahkannya kepada orang yang bukan ahli (tidak mengerti) agama, maka sungguh mereka telah menyia-nyiakan (merusak) amanah yang telah diberikan Allah kepada mereka”. (Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalany, Fathul Bâry, 11/334)

Ketakutan kepanikan dan fobia yang kalian bangun menunjukkan bahwa kalian sendiri yang ragu dengan pengetahuan kualifikasi metode strategi dakwah kalian sendiri.Adanya sertifikasi dai akan menata dan menfilter mana dai yang layaj uji sebagai dai dan yang hanya bisa mencaci di mimbar sana sini. Adanya sertifikasi dai akan meminimalisir mulut mulut ustad yang punya hoby senang provokasi dan agitasi serta melahirkan bighot teroris radikalis dan intoleransi di Negeri ini.

Adanya sertifikasi dai agar yang minim ilmu dan krisis akhlak dan pemula tidak semena mena bebas berfatwa, bebas menjustifikasi kebenaran ala otaknya sendiri. Adanya sertifikasi pun menguji para da’i seberapa besar militansi dan nasionalisme/ cinta tanah air dan patriotisme menjaga bangsa NKRI ini.

Adanya sertifikasi dai, agar Agama lebih terhormat dan berwibawa dan tidak dibajak oleh pendatang baru yang selayaknya belajar Agama dulu, Tapi kebrangas sudah menjelma menjadi ustad yang dengan tanpa dosa mengajarkan Agama lalu menuduh bidah di mana mana.

Tentang keikhlasan itu urusan pribadi dai privasi itu tidaklah berurusan dengan formalitas legitimasi sertifikasi namun di bangun sendiri oleh para penda,i itu hubungan personal denga sang Gusti. Jadi nggak perlu di bahas di sini.Para Alumni pesantren para kiyai pesantren akan tenang menghargai fenomena ini karena disiapkan untuk berdakwah walau tanpa atau dengan sertifikasi. Namun jika ada yang ngotot tidak mau anda sendiri yang tahu kredibilitasnya.https://youtu.be/rB9vbhJ9Gs0Terus lanjutkan pak Mentri..

Sumber : Status Facebook Abdulloh Faizin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed