by

Bangsa Ini Kekurangan Orang Jujur dan Berani Seperti Jokowi-Ahok

Oleh : Roy Sandy

Bangsa Indonesia adalah bangsa dengan berjuta kekayaan yang melimpah. Dari kekayaan sumber daya alam, Indonesia juga kaya akan sumber daya manusianya. Selain memiliki penduduk yang banyak, negeri ini juga memiliki banyak orang – orang yang pintar dan hebat. Ada banyak orang- orang pintar dan hebat di Indonesia, misalkan yang berhasil menemukan ilmu pengetahuan dan teknologi modern ini seperti; penemu teknologi broadband, penemu rumus matematika dalam berbagai masalah perminyakan, penemu sistem pondasi cakar ayam, penemu bahan anti panas dan anti api dari singkong, penemu mesin pembunuh kanker, penemu radar 3 dimensi, penemu planet baru HIP 13044 b, penemu fakta jumlah kromosom manusia sebanyak 46 buah (23 pasang) dan masih banyak lagi…

Apalagi ketika kita melihat di media sosial belakangan ini, kita akan dibuat heran dan binggung. Betapa tidak. Berita tersebut memuat tentang maraknya kasus kejahatan, kolusi, korupsi dan nepotisme yang tidak lain dilakukan oleh para birokrat yang notabenenya adalah orang-orang yang kita katakan pintar. Tentu sangat berbeda dengan orang yang biasa – biasa saja namun jujur. Kalau orang jujur, apa yang mau dikorupsi ???

Kalau orang jujur, pasti mereka akan berpikir berkali – kali jika ingin melakukan hal – hal yang tidak benar. Hati mereka pasti akan bergejolak dengan berbagai pertimbangan sosial, hukum, agama dan budayanya.

Seperti belakangan ini, baik dimedia sosial maupun dimedia cetak Indonesia. Sudah mulai banyak isu dan berita bermunculan mengenai Capres dan Cawapres 2024. Bahkan ada beberapa pihak dari kalangan tertentu yang kepengen sekali jadi Presiden. Dimulai dari pecatan menteri, para pejabat sampai para politikus yang sebelumnya kami anggap mereka adalah figure yang pintar dan hebat. Mereka tentunya dari kalangan tokoh – tokoh hebat, kaum elite, para cendekiawan dengan sederet gelar Doktor sampai Professor.

Mereka itu interns terus membangun berbagai narasi, opini dan gerakan yang intinya semuanya pada kepengen menjadi Presiden.Tidak tanggung – tanggung juga mereka jauh – jauh hari sudah mempersiapkan diri. Dengan berbagai visi misi yang tampaknya hebat. Seolah – olah arah dan tujuan yang ingin disampaikan oleh mereka membuktikan kemampuan bekerjanya diatas rata – rata apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi beserta jajarannya selama ini.

Mereka pun berkeyakinan andaikan bapak Jokowi mundur saat ini juga, Indonesia bakal lebih maju lagi. Indonesia tidak akan lagi dijajah oleh pihak aseng maupun asing. Keadilan dan kesetaraan pun cepat terwujudkan ditangan mereka ini. Itu pun kalau kelompoknya itu yang menjadi Presiden. Yang jelas semuanya ini masih dalam bentuk opini, wacana ataupun politik praktis dan semuanya sah – sah saja. Bisa di ibaratkan masih bermimpi disiang bolong.

Satu sisi mereka selalu memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengkritisi. Tak segan – segan juga kadang mereka gencar menyerang setiap kebijakan strategis pemerintahan Jokowi. Faktanya, Setiap kritikan tajam mereka kebanyakkan kosong dan akhirnya mereka diam. Karena disatu sisi mereka belum menemukan data dan bukti yang lengkap. Mereka hanya mengoreng berbagai isu – isu lewat berita media sosial yang beredar. Mereka tidak ada pertimbangan dan perhitungan yang matang yang akhirnya semuanya itu mereka telan dengan begitu saja.

Ya.. satu sisi mereka memang diakui orang yang hebat dan pintar. Makan garamnya lebih banyak dibanding dengan Kita yang wong deso ini. Jadi kalau soal berbicara pasti sudah sangat ahli tampaknya seolah – olah mereka lebih hebat, pintar dan profesional namun kenyataannya penuh retorika, agitasi dan propaganda.

Kalau kita mau membanding – bandingkan, masih jauh lebih bagus sikap dan karakternya Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Pak Ahok). Sudah ganteng, cerdas, jujur, pemaaf, baik hati bahkan dalam bekerja tidak ada retorika kita temukan dalam dirinya dan semua yang dia lakukan dan berikan murni dari ketulusan hati dan pengabdiannya untuk bangsa dan negeri ini. Benar – benar manusia langka Bapak Basuki Tjahaja Purnama ini.

Jujur… Indonesia butuh sosok dan figure kepemimpinan seperti beliau ini. Disaat Dia menjadi seorang pejabat publik, harusnya kebanyakkan orang dengan nyaman menikmati setiap fasilitas yang disediakan. Namun yang namanya pak Basuki malah kebalikannya. Setelah fasilitas kartu kredit perusahaan dihapuskannya, Pak Basuki juga hapus fasilitas uang saku. Hapus gaji tambahan. Apalagi ya…???

Bahkan Kebijakan ini Dia buat untuk seluruh petinggi Pertamina, termasuk dirinya. Apa gara – gara hal ini juga ada banyak orang yang mulai tak nyaman dengannya. Banyak yang marah dan mulai panas hatinya. Apa mungkin mereka berniat untuk menyingkirkannya lagi ??? Yang jelas Dia serius bekerja. Dia tidak mencari popularitas ataupun rasa simpatik dari masyarakat luas. Kepentingannya sudah final, demi merah putih dan tetap teguh mengedepankan kemajuan bangsa dan negara Indonesia tercinta ini yang sudah lama menjadi prinsip dan ruh dalam hidupnya.

Kemudian bagaimana dengan Bapak Jokowi. Sosok Jokowi mungkin lebih gila lagi. Beliau sudah selesai dengan dirinya, seperti yang pernah beliau sampaikan sebelumnya. Bahkan sudah bukan rahasia umum lagi seorang Jokowi yang sudah jelas – jelas berjuang dan bekerja sekuat tenaga setiap hari demi kemajuan bangsa Indonesia ini, tetap saja banyak yang tidak senang, mereka membully dan menyerangnya dan menilai setiap prestasinya itu masih terdapat banyak kekurangan. Namanya kekurangan pasti ada,

Karena sehebat – hebatnya seorang pemimpin itu sudah bisa dipastikan tidak ada yang sempurna. Namun dimata Kita beliau tetap adalah yang terbaik daripada mempunyai pemimpin yang bisanya mencetak proyek mangkrak. Yang bisanya beretorika dan nyari aman – aman saja. Yang bisanya janji – janji saja. Hal – hal semacam itu tidak kita temukan dalam dirinya, Yang pasti semua yang tlah dikerjakannya jelas dan nyata.

Asalkan seorang pemimpin mau terus konsisten berusaha dengan segenap jiwa dan raganya untuk memperbaiki segala carut marut negeri ini agar lebih baik lagi, patutlah Kita bersyukur dan berterima kasih. Oleh sebab itu jangan sampai terjadi kemajuan yang selama ini telah dibangun oleh bapak Jokowi hancur lebur oleh karena ulah sekelompok manusia serakah yang gila dengan posisi dan jabatan, oleh para mafia dan pencundang negeri ini, oleh para badut – badut politik yang sudah mulai pasang kuda – kuda untuk memanfaatkan setiap keringat dan keberhasilan Jokowi untuk kepentingan pribadi dan kelompok mereka masing – masing.

Sadarlah… Masa kepemimpinan bapak Jokowi tinggal tiga tahun lagi. Sebagai Generasi Penerus Bangsa dan Negeri yang besar ini, Kita tidak butuh saling menjegal ataupun saling merendahkan. Namun yang Kita butuhkan saling mengawal dan menguatkan. Kita tidak butuh saling menciderai, melukai maupun menghujat, Namun yang Kita butuhkan saling memberi semangat, saling bergandengan tangan, saling melayani dan saling mengasihi.

Kiranya keagungan Indonesia kita yang telah begitu dikagumi dunia tak mudah lekang ketika kena panas… Tak mudah lapuk kena hujan dan tak mudah runtuh walau badai terus menghantam…Dan tak mudah juga retak dan terbelah walau coba terus dikoyak hanya karena kita berbeda… Ir H. JOKO WIDODO ADALAH ANUGERAH BAGI INDONESIA.SALAM MENUJU INDONESIA SEJAHTERA

Sumber : Status Facebook Roy Sandy

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed