by

Marah

Oleh : Ramadhan Syukur

GUE punya kenalan yang sudah jadi bos di kantornya. Kebetulan salah satu anak buahnya teman gue.Dari teman gue itu gue tahu kalau si bos ini katanya kelakuannya masih kayak bawahan, “Masak sih bos masih suka nyapu-nyapu kantor kalau dia kebetulan datang duluan. Atau santai aja ngajak OB ngangkat-ngangkat meja waktu dia bosan dengan tata letak ruangan.” Gue jadi senyam senyum dengar ceritanya, “Trus apa komen teman-temanmu sebagai anak buah dia?” Tanya gue.”

Wah ada satu komen yang sangat nyelekit. Dari rekan seangkatannya. Kayaknya dia sirik gak diangkat jadi direktur. Malah dia dengan bercanda bilang, aturan dialah yang pantas jadi direktur.””Apa katanya?””Sudah jadi bos kok mental atasan kita masih kayak mental OB ya.”Maka meledaklah tawa gue. Buat gue itu lucu banget. Sama lucunya ketika Refly Harun bilang, “Sebenarnya kelas Jokowi itu adalah kelas wali kota, tapi wali kota yang masuk ke Istana.” Lucu, kan?Setelah baca itu, gue sempat ketularan. Refly Harun yang selama ini katanya ahli hukum tata negara, kok gue lihat komennya sekelas mahasiswa hukum bego yang bertahun-tahun kuliah gak selesai-selesai, karena sibuk demo melulu.

Untung Pak Jokowi cuek aja. Mau dibilang apa kek sama orang lain, ya posisinya tetap presiden pilihan 80 juta rakyat Indonesia. Begitu juga kenalan gue yang bos itu. Mau dibilang bermental OB, ya tetap aja dia direktur kepercayaan owner perusahaan itu.Dulu kalo bapak gue sampai mengambil alih pekerjaan yang dilimpahkan ke gue, gue pasti sudah gemetar ketakutan. Itu artinya bapak gue lagi marah besar dan cuma mau bilang, kerjamu kagak becus.

Lihat nih kerja yang bener. Ternyata kenalan gue yang bos ini juga pernah bilang begitu. Dia kalo lagi kesel sengaja mengambil alih pekerjaan mereka. Karena merintis karir dari bawah, dia memang bisa melakukan semua pekerjaan. Bahkan sampai kerjaan office boy.

Gue pikir kalo Presiden Jokowi di tengah lonjakan drastis kasus covid-19 sampai blusukan tengah malam ke rumah-rumah rakyatnya, dia mungkin juga lagi marah pada bawahannya yang gak becus kerja itu. Sekalian ngasih contoh kerja pemimpin yang baik dan benar.Begitu juga ketika di tengah pandemi Anies meninjau kuburan. Bisa jadi dia juga lagi marah sama penanggung jawab pemakaman yang gak becus mengelola pemakaman. Apalagi setelah dia melihat sejauh mata memandang, ternyata di situ cuma ada kuburan? Beda banget sama pemakaman di Sandiego Hill, misalnya, yang dilengkapi gedung resepsi pernikahan, kolam renang, restoran, helipad, atau fasilitas olahraga. Ya kaaaan… kan? #SalamSehatIndonesia#SelaluTaatProkes

Sumber : Status Facebook Ramadhan Syukur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed