by

Akhirnya Hanyut Pada Pola Nahdliyin

Oleh : Asnawi Sonodikromo

Kita mulai kalah adu viralisasi dengan kelompok sebelah. Dulu, kita selalu menang. Sampai cara salam pun memgikuti gaya kita. Tapi sekarang kita mulai terdesak. Bahkan diantara kita pun ikut hanyut dengan trend yg dikembangkan mereka. Membaca basmallah sebelum salam salah satu contohnya.

Tidak ada ajaran aswaja yg mencontohkan seperti itu. Tapi nyatanya banyak udtadz hingga kiai yang ikut ikutan membaca basmallah sebelum salam. Ini fakta. Trend hafalan al-qur’an juga seperti itu. Media mereka mengangkat tinggi setinggi tingginya para penghafal al-qur’an. Sampai terkesan bahwa hafalan al-qur’an menjadi puncak dari proses tersulit dalam belajar agama dan menjadi puncak prestasi.

Padahal menurut saya, hafalan alfiyah ibnu malik lebih sulit dari hafalan al-qur’an. Tugas kita sekarang harus terus mengawal keseimbangan ini. Yang berbakat menghafal dan telaten menjaga hafalannya, silahkan menghafal al-qur’an. Yang kuat dalam analisisnya, silahkan memperdalam kitab kuning. Yang memilih jalur hafalan Al-Qur’an, jangan sampai melalaikan diri untuk memahami dasar dasar kitab kuning.

Bagi yang memperdalam kitab kitab kuning, jangan melupakan untuk belajar tartil Al-Qur’an.Yg punya level istimewa, silahkan memperdalam kitab dulu lantas hafalan al-qur’an.

Sumber : Status Facebook Asnawi Sonodikromo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed