by

Replanting Sawit Menjadi Energi Baru Terbarukan

Oleh : Immanuel Hutapea

Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) harus didukung semua pihak sehingga produktivitas sawit rakyat dapat ditingkatkan. Sinergitas sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan energi.Namun hal itu tidak mudah karena masih banyak yang harus dibenahi. Untuk menggali persoalan mengenai PSR tersebut Ditjen Perkebunan menggelar Focus Group Discussion di Bogor Kamis (27/5/2021) menghadirkan pemangku kepentingan terkait sawit rakyat serta diikuti dinas perkebunan daerah serta organisasi sawit lainnya.

Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Heru Tri Widiarto pada kesempatan itu mengatakan Indonesia seharusnya menjadi negara kaya dengan potensi kelapa sawit yang ada. Kekayaan kelapa sawit tersebut diakui seluruh dunia. ” Tapi PR nya adalah produktivitas yang rendah. Rata-rata hanya mampu produksi 3,6 ton per hektare per tahun. Sementara potensinya 6-7 ton. Kita butuh replanting,” ungkapnya.Potensi kelapa sawit bukan hanya untuk pangan. Perkembangan teknologi telah membuktikan batang kelapa sawit, daun dan pelepah kelapa sawit bisa diolah menjadi energi terbarukan dan pakan ternak.

Dengan penggunaan Bahan Bakar Nabati sebanyak 30% pada solar membuat negeri ini tak lagi impor solar 100%. Andriah Feby Misna Direktur Bio Energi Kementerian ESDM mengatakan saat ini pihaknya sedang mengenalkan bensin sawit. ” Bensin sawit menjadi hilirisasi PSR skala industrial. Bensa percontohan sedang dilakukan di Musi Banyuasin. Jika hasil PSR baik maka program ini layak didukung,” ujarnya.Kementerian dan Lembaga lain yang mendukung potensi sawit melalui PSR di antaranya program pendanaan yang ditujukan kepada petani kelapa sawit dengan memberikan pinjaman Rp30 juta per kepala keluarga per hektare yang dilakukan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Hingga kini sebanyak Rp200 miliar disediakan BPDPKS untuk peningkatan bertani petani kelapa sawit serta untuk petani mendapatkan benih yang tersertifikasi. Sehingga kelapa sawit dapat terus menjadi komoditas perkebunan yang berkelanjutan.Kementerian Koperasi dan UKM juga memiliki kepedulian terhadap petani perkebunan. Bagi petani yang lahannya kurang dari satu hektare tetap bisa memajukan kebun kelapa sawit asalkan menjadi bagian komunitas yang tergabung dalam koperasi. Keanggotaan petani dalam koperasi memungkinkan mendapatkan pendanaan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Potensi kelapa sawit ke depan masih sangat terbuka juga disampaikan Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Edy Purnawan mengatakan ke depan areal sawah akan semakin berkurang. Program yang tengah dilakukan Ditjen Perlindungan Tanaman Pangan untuk mengatasi kekurangan lahan adalah Perluasan Areal Tanam Baru (PATB). Dengan PATB, kelapa sawit didorong sebagai tanam pangan yang bisa menjadi upaya pemerintah untuk ketahan pangan. Meski dirasa sulit karena ada problem kesesuaian lahan dengan tanaman pangan.

Salah satu solusinya menurut Edy Purnawan adalah dengan membentuk kawasan berbasis ketahanan pangan dan perkebunan bisa menjadi sumber ketahanan pangan. Hingga saat ini perkebunan sawit rakyat luasannya 6,9 juta hektare atau 42% dari total perkebunan sawit di Indonesia. Dari jumlah itu setengahnya memerlukan peremajaan. Untuk melakukan peremajaan harus mempertimbangkan bagaimana petani dalam melangsungkan kehidupan saat melakukan peremajaan yang memakan waktu 2-3 tahun.

Sekretaris Ditjen Perkebunan Antarjo saat penutupan FGD menuturkan perlu dipikirkan bagaimana menjadikan tanah subur kembali setelah ditanam kelapa sawit. “Setiap tanaman ada plus minusnya. Bisa saja dilakukan integrasi dengan tanaman lain agar petaninya dapat melanjutkan kehidupan. Tapi saya bangga dengan kesejahteraan petani sawit. Apa yang terungkap dalam FGD ini akan kita sikapi. Kita rumuskan. Selanjutnya kita akan melangkah menjadi FGA, focus group action,” pungkas Antarjo yang diamini peserta dengan bertepuk tangan…

#energibaikindonesia

#komisiempatri

#kementan

Sumber : Status Facebook Immanuel Hutapea

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed