by

PPKM Saja Bikin Blingsatan Apalagi Lockdown

Oleh : Arya H Darmawan

Sekarang sudah pada paham khan betapa babak belurnya perekonomian bila lock-down itu dijalankan? Apakah anda masih akan terus bandel berkerumun, dan menginginkan lock-downnya dilanjutkan?

—–

PPKM itu (voluntary) micro-lockdown. Padahal baru micro sifatnya. Itupun sudah bikin derita. Bayangkan jika macro-lockdown, maka dampaknya semua jadi menderita-merana di semua wilayah nusantara.

——

Untuk mengurangi penderitaan, maka pendekatan ke depan pasca PPKM adalah bukan “lock down” lagi. Melainkan, “warga berdaptasi bersama virus mematikan ini”. Beradaptasi itu, artinya hidup berdampingan (bukan memeluk dan mencium) virus corona. Istilah ekologisnya: ko-eksistensi. Hidup berdampingan, tapi tak perlu saling menyapa

.——

Ko-eksistensi akan aman bila warga mematuhi secara ketat disiplin 6M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas, menjauhi kerumunan, menahan diri untuk tak makan-makan bersama-sama). Hidup dengan cara baru dengan 6M. Plus usul saya M ke-7, membatasi waktu bicara atau menyanyi jika jumpa langsung dengan orang. Maksimalkan penggunaan video call.

—–

Mari longgarkan PPKM setelah ini. Ekonomi dibuka kembali agar semua bisa bernafkah lega, tetapi warga harus disiplin 7M secara disiplin

.—–

Perlu ada polisi yang berani menggebuk orang-orang yang membangkang protokol kesehatan, pasca dilonggarkannya PPKM.

—–

Mari cegah diri anda dan orang-orang siapapun dari penularan virus corona. Caranya pakai masker dan banyak diam. Diam jangan banyak buka mulut.Salam pagi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed