by

Politik Demokrat

Tahun 2014 arah angin sudah berubah. Partai demokrat sekarang hancur berkeping-keping karena kinerja SBY yang bobrok. Siapa yang meninggikan diri, akan direndahkan. Sekarang partai Demokrat harus berubah wujud menjadi pengemis. Dimulai dengan pujian dua tokoh demokrat terhadap sikap Kaesan saat takziah dan pujian pidato Presiden Jokowi yang menyentuh hati, lalu memprotes pernyataan Prabowo kalau Ani Yudoyono 2014 dan 2019 memilih dia, kemudian silaturahmi ke rumah Megawati, dan lanjut ke istana negara silaturahmi kepada Presiden Jokowi. Seharusnya mereka masih berduka, bukan berpolitik. Tapi ya sudahlah… barang murahan memang harus diobral meski masih dalam keadaan duka.
 
Memang Jokowi selalu menggiring PDI-P tidak seperti Demokrat ketika berkuasa, pongah dan sombong. Tapi merangkul partai oposisinya. Jokowi selalu memoles partai PDI-P sebagai partai yang peduli masyarakat kecil, dan itu ia buktikan. Tapi kalau yang dirangkul manusia yang tak berbobot hanya demi meredam gonggongan oposisi, itu hanyalah usaha menjaring angin mengorbankan rakyat. Kalau partai demokrat ”Bisa“ tidak merangkul oposisinya ketika berkuasa, kenapa PDI-P takut melakukan seperti yang dilakukan demokrat ketika berkuasa? 
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kalau SBY saja kerjanya banyak yang mangkrak, bagaimana mungkin dia mampu mendidik anaknya bisa melakukan tugas penuh tanggung jawab? Harapan rakyat, jangan sampai momen duka dimanfaatkan keluarga cikeas untuk mengetuk hati Presiden Jokowi untuk mendudukkan AHY sebagai salah satu kabinet, rakyat pasti kecewa. Siapa yang ikut berjuang mendukung Pak Jokowi sebelum menang, dialah pilih… 
Bukan yang tidak ikut berjuang tapi mau memetik hasil yang dipilih… bukan! Mereka itu hanyalah duri dalam daging, selayaknya dibuang karena berpotensi menjadi penghianat, itu harus diantisipasi sebelumnya.
 
”Kami sebagai rakyat yang setia berjuang memenangkan Pak Jokowi, jangan jual perjuangan kami pendukung setiamu kepada ”Pecundang.“ Itu harapan dan doa kami. Ingat Pak Jokowi, politik demokrat, politik abu-abu. Tapi kalau itu yang terbaik, terserahlah….”
.

Sumber : Status Facebook Dayun Manalu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed