Pilpres 2019, Mundur Atau Maju Indonesia Terletak Di Tanganmu

Di skala yang kecilan, ini kejadian di DKI. Waktu itu Ahok lagi ngebut kerja kerja kerja, eh, kalah Pilkada gegara JKT58 kemakan janji-janji surga yg diumbar buat orang yang, maaf, ya gitu deh, rada kurkur; dipaketin sama issue gorengan penista agama, masuk lah tuh barang ke Mako Brimob. Jadilah pak Gabener yang sekarang dengan Tim TUGPP (apalah namanya) yg 74 orang itu. Hasilnya? Qlue yang udah jalan dan berasa seperti keajaiban buat warga Jakarta, tau tau ilang. Pembangunan jadi lambat, banjir tambah parah, kali-kali pada kotor lagi, pelayanan masyarakat kendor, plus nggak ada inisiatif baru lainnya yg bikin greget. Pas kedengeran greget, eh, cuman peresmian gardu listrik buat MRT. Kemunduran demi kemunduran setiap hari. Janji-janji dan cerita surgawi pak Gabener waktu kampanye dulu sampai hari ini juga gak ada yang kejadian. Mulai dari rumah lapis DP0% lah, air hujan turun ke bumi masuk tanah gak pake pompa lah (ini paling epic menurut saya), sampe program OK OCE yang halu itu. Akibatnya, hilang waktu, hilang kesempatan warga DKI untuk melejit kenceng. Masalah waktu ini amat sangat penting, karena akhirnya kita, masyarakat kebanyakan, yang bayar “ongkos delay” nya itu.

Contoh “ongkos delay” lain yang agak extrim; 30-tahun Jakarta nunggu MRT, baru pas era Jokowi proyek ini bisa beneran kick-off. Selama 30-tahun itu, orang Jakarta bayar “ongkos delay” tadi dengan jadi salah satu kota yg punya tingkat polusi tertinggi dan kemacetan paling parah di dunia. Lucunya, sementara disatu sisi kita selalu komplen Jakarta macet lah, banjir lah, sampah lah, tapi disisi lain, pas lagi dapet kesempatan nyoblos di bilik suara, mayoritas dari kita pilih calon yg masih coba-coba dan belum terbukti, instead of yang sudah pasti-pasti. Kenapa? Ya karena kebanyakan memang belum cerdas. Masih gampang terpengaruh hoax, sementara hal-hal yang sifatnya lebih mendasar jadi malah nggak kepikiran.

Nah, kita ini sekarang lagi mau melejit di kancah internasional. Bukan level provinsi seperti DKI, tapi level nasional. Sebagai bangsa, sebagai negara, di panggung dunia. SMI, mantan menkeu keren era SBY yg mental karena politik di jaman itu, yg diambil Worldbank jadi direktur, di vote jadi menteri keuangan terbaik sedunia setelah jadi menkeu lagi di era Jokowi. Sedunia loh. Ya iyalah nggak heran, Pakde tau mana yang kerja bener, mana yang pura-pura kerja. Belum bu Susi yg bikin Indonesia sekarang jadi raja ikan dunia dan segambreng nama-nama lain yang memang fokus kerja buat kepentingan publik di republik ini. Di era ini, rating kredit Indonesia juga terbang jadi investment grade. Kita siap melejit, meraih kemakmuran adil dan merata, berdaulat dan diakui keren oleh peer nations yang lain.

Udah ngebut gini, masak kamu mau ganti rezim, mundur pulak ke rezim orde baru? Berat di ongkos lah.

#silahkanshare

Sumber : Status Facebook Okki Soebagio

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *