by

Mengapa Sikap Kita Jelas Soal Pembebasan ABB

Kamu marah, akupun juga marah. Tapi aku tak akan jadi hakim yang memvonis Jokowi adalah manusia yang tidak berempati pada luka hati para keluarga korban.

Menurutku jika memang kakek ini terbukti bersalah terlibat dalam peristiwa Bom Bali, sebaiknya jatuhi saja hukuman mati saat itu juga.

Nih sayang, aku kasi rekam jejak doi : 
10 Januari 2002
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Muljadji, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan eksekusi putusan kasasi MA.
8 Mei 2002
Kejaksaan Agung (Kejagung) membatalkan pelaksanaan 18 Oktober 2002
Baasyir ditetapkan tersangka oleh Polri atas pengakuan Omar Al Faruq kepada Tim Mabes Polri di Afghanistan terkait jaringan terorisme.
2 September 2003
PN Jakpus memvonis 4 tahun penjara. Tapi putusan ini dibatalkan oleh MA karena tidak terlibat terorisme.
3 Maret 2005
PN Jaksel menghukum Ba’asyir 2,6 tahun penjara karena pemalsuan dokumen.
14 Juni 2006
Ba’asyir menghirup udara bebas karena mendapatkan remisi 4,5 bulan.

Paham kan sayang ? 
Aku rasakan kesedihan kalian. 
Yuk biarkan dia menghirup udara kebebasannya sekali lagi, daripada dia mati di penjara,ntar malah ribut negeri ini.

Sayang,kita move on untuk masa depan anak cucu kita. Jangan golput karena itu bukan pilihan.

Ketjup Sayang, Mbok Niluh.

Sumber : Status Facebook Niluh Djelantik

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed