Oleh : Mimi Hilzah
Jadi ngakak baca surat terbuka untuk Ibu Iriana. Baru tau kebaya itu ada aturan pakemnya. Ndak boleh dikombinasikan dengan jilbab, mesti sanggul. Mengkhianati budaya nusantara katanya. Oh nusantara itu ternyata milik sebagian orang saja hahaha…
Kubilang ya, ndak usah percaya sama orang-orang yang gembar-gembor mengaku sangat toleran dan punya misi merawat dan melestarikan budaya Indonesia kalau itu cuma kata-kata. Cek kelakuannya, bagaimana ia memperlakukan orang lain yang berbeda entahkah itu soal penampilan atau prinsip dan keyakinan.
Merawat dan melestarikan jadi misi omong kosong, toleransi cuma istilah yang bisa membuatmu tampak bijaksana di tengah perbedaan kalau yang sebenarnya dalam pikiran mereka yang paling ndak toleran. Mereka yang selalu mencemooh prinsip orang lain dengan ganti memaksakan prinsip mereka. Selera mereka ingin dipatok menjadi standar se-nusantara. Padahalnya, perbedaan kita yang sangat marak dalam budaya justru yang menjadikan negara kita sangat luar biasa menawan.
Kalau mau bilang kebaya itu bagus, tampilkan sebagus-bagusnya dari sisi keindahan dan sejarahnya misalnya. Ndak usah pakai narasi dibandingkan dengan orang memakai gamis. Trus ujungnya jadi sibuk mencari kekurangan orang lain supaya bisa dibuat bahan ketawaan di medsos. Kalau percaya harus berpakaian tertutup sampai hanya sepasang mata yang terlihat, ya itu juga adaptasi budaya yang enggak apa-apa asal tidak membahayakan diri dan sekitar. Silakan kalau itu dianggap menjadi standar ketaatan tapi hargai mereka yang punya standar ketaatan berbeda.
Mau membuka wawasan orang lain dan kalau benar ingin mengajak orang lain kepada kebaikan itu tidak ada urusannya dengan mencemooh pilihan prinsip dan keyakinan orang lain yang berbeda.
Trus yang paling konyol lihatnya (super duper konyol menurut saya wkwk..) kalau ada orang penganut agama lain sibuk ‘meracau’ apa mengigau soal jilbab kenapalah, apalah, bentuk penindasanlah, ciri-ciri kadrun, tanda perempuan mau dipasung kebebasan dan pikirannya dan bla bla bullshit lainnya. Ada lho sampai bikin status berjilid-jilid padahal dia seumur-umur ndak pernah pakai jilbab. Sampai kepikiran, ni orang trauma lihat orang lain pakai jilbab gara-gara kenapa ya? Bisa-bisanya semua dihantam rata… Ribet, tertutup, tampak kurang seksi, lha kan bukan elu yang memakai. Biarkan sajalah, pake dua puluh meter bahan pun kan dese tak minta duit kau! Trus bagaimana pula selembar kain itu bisa menentukan wanita cerdas dan wanita bodoh?
Cerdas dan bodoh itu bisa dilihat dari caramu memperlakukan orang lain salah satunya.
Thus itu bukan prinsip yang tidak ada di keyakinan ngana, kenapa ngana sibuk sekali mau urus
Urus diri masing-masing jadi umat beragama yang baik, biar orang lain yang di luar bisa melihat; oh.. belajar agama dan tekun ibadah itu ternyata berpengaruh kepada sikap-sikap yang baik. Bukan malah sebaliknya.
Sebagian orang jadi sangat super sibuk fokus di hal-hal yang bukan prinsip dan keyakinannya yang mana itu hak pribadi tiap manusia yang tidak bisa diganggu, trus tanpa sadar (atau memang sangat sadar?) justru sedang merawat dan melestarikan perpecahan.
Bener kan? Omong kosong.
Sumber : Status Facebook Mimi Hilzah











Comment