by

Sulitnya Mencari Kerja?

 

Dari buah produksinya itu, dia masukkan ke bukalapak, tokopedia, dan sekarang dia mulai dikenal. Dia juga pamerkan di Facebook, di Instagram dan banyak orang pesan. Ia akhirnya harus menambah orang untuk membantu dia dalam produksi. Sekarang karyawannya sudah 15 orang dan dia happy..

Seorang teman lagi kerjaannya menulis. Dia membukukan beberapa karyanya dan sekarang menjadi ghost writer atau penulis bayangan bagi beberapa perusahaan. Dia sering membagikan tulisannya di Facebook dan Wattpad dan sekarang saya minta untuk menulis dan menjual karyanya di Baboo.

Mau tahu dia kerja di mana saja ?

Di pantai sambil liburan, di mall, bahkan di wc sambil ngeden dan pegang gadget. “Ide datang kapan saja, jadi sayang kalau lewat tanpa jadi karya, ” Katanya senang.

Seorang teman lagi, seorang emak-emak rumah tangga, menjual rendang di online. Pada saat lebaran, pesanan datang gila-gilaan. Dia harus mengerahkan tetangganya untuk membantunya dan mereka datang dengan senang karena mendapat pekerjaan. Rencananya, dia mau beli mesin untuk pengemasan.

Terakhir seorang teman, yang selalu nongkrong di Alibaba.com melihat barang murah dari China yang bisa dipesan borongan. Barang-barang yang dia pesan unik, menarik dan murah. Dia jual lagi di toko online dengan harga lumayan. “Kalau internet mati, gua gak makan..” Senyumnya lebar.

Begitu banyak peluang terbuka ketika era internet ini ada. Tidak perlu takut dunia global menguasai, karena untuk konsumsi lokal kitalah yang mengerti. Sektor informal adalah dunia yang terbentang lebar. Tidak ada dalam pikiran teman-temanku itu untuk selamanya menjadi karyawan.

“Kapan kayanya ??” Begitu jawaban mereka standar.

Meski begitu, mereka dulunya karyawan. Bukan karena cita-cita, tapi, “Supaya nambah pengalaman..” Dari karyawan mereka belajar bagaimana menjalankan perusahaan. Ketika sudah paham, mereka bergerak untuk menggapai apa yang mereka impikan.

“Apa mimpimu ?” Tanyaku menguji. “Bekerja karena hobby..” Kata mereka pasti. “Uang itu dampak, bukan tujuan. Punya apa-apa sendiri, itulah hidup sejati..”

Dan melihat kerabatku yang mengeluh karena, “Semua sulit, ini pasti salah Jokowi..” saya tersenyum lebar. Dia berarti mengingkari kemampuan dirinya yang Tuhan beri. Dia bukan bodoh, hanya malas menggali diri sendiri. Karena sibuk mencari kambing hitam dan menyalahkan situasi. Bukannya sibuk mencari, “Apa yang bisa kuberi ?”

Kuseruput secangkir kopi malam ini. Dan teringat sebuah quote terkenal yang selalu jadi pencambuk diri. “Nikmat mana lagi yang kau dustakan, wahai manusia yang merugi ?”

Seruputtt..

(Sumber: Facebook Denny Siregar)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed