by

Judi

Oleh: Erizeli Bandaro

Saya punya sahabat bandar kasino. Bahkan saya pernah ( dark era) punya bisnis memberikan pinjaman kepada pejudi. Saya tahu banyak soal judi. 10 pejudi, 11 adalah pecundang. Pengalaman saya dulu waktu jual janket, semua mereka yang terjebak judi, bukan hanya bangkrut tetapi juga rumah tangga hancur. Mereka mudah sekali kianat kepada orang yang dicintainya. Mudah sekali terjebak prostitusi dan sex bebas, termasuk narkoba. Ya panik dalam setiap waktu akibat ambisi yang tak sudah.

Ada gubernur yang sering saya lihat weekend nongkrong di meja judi di Singapore. “ Liat aja, engga lama lagi, itu orang masuk bui dan rumah tangga bubar” kata saya kepada Yuni di Marina Bay Sands. Benarlah, setahun kemudian, Gubernur itu kena cokot KPK. Mengapa? udah keterlaluan rakus rampok uang APBD. Saya tahu percis. Karena pemilik casino sands itu adalah sahabat saya. Tahu berapa dia dapat cuan setiap hari dari wahana judi itu.

Saya punya teman di jakarta. Dia mengelola judi online. Dia pengusaha. Dia tahu resiko hukum. Karena judi itu ilegal di Indonesia. Jadi dia gunakan proxy. Dia rekrut jago IT. DNS server judinya terdaftar di luar negeri dan rekening penerimaan uang judi di offshore bank. Jadi dia hanya monitor secara online berapa uang mengalir ke rekening itu. Dengan cara itu dia bisa rekrut pejudi Indonesia. Kalau diblokir pemerintah ya buka lagi. Mudah aja ngubah address DNS nya.

“ Indonesia itu sorga bagi bandar. Karena aturan transaksi online sangat longgar. Bahkan bank digital tawarkan fitur kemudahan itu. Debit card dan credit card engga ada batasan untuk dipakai judi. Kalau ketangkep aparat. Semua mudah diatur. Hukum pembuktian juga lemah. ” Kata teman.

Tahukah anda, yang paling takut judi itu adalah bandar sendiri. Dari mereka saya tahu bahwa semua permainan itu diatur. Apalagi judi online lewat aplikasi. Semua sudah di design dalam program komputer. Bandar sudah atur berapa persen kalah dan berapa persen menang. Pasti lebih banyak yang kalah dan bandar pasti menang. Lucunya, orang yang sudah terjerat judi itu tidak sadar. Bahwa dia sedang dibantai dan dibegoin oleh provider judi online.

Walau saya kenal dengan bandar judi dan komunitas judi namun saya tidak pernah berjudi. Mindset saya paling menolak berjudi. Mindset itu sudah tertanam sejak kecil. Itu sama seperti orang yang tidak merokok. Apapun godaan tidak pernah bisa mengajak saya berjudi. Mengapa ? saya tahu bahwa judi itu perbuatan yang paling bego dan dungu. Dalam judi itu akal sehat hilang dan orang hidup dalam ilusi yang membusuki jiwanya. Etos kerja akan rusak. Apa jadinya bangsa ini bila generasinya terjebak judi online? hancur pastinya.

(Sumber: Facebook DDB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed