by

Siapa Pikirkan 3000 Karyawan Holiwings?

Oleh : Ahmad Tsauri

Holiwings tidak boleh berbagumen kasihan 3000 karyawan muslim kalau sampai ijin dicabut dan di tutup. Anda harus introspeksi. Itu namanya alibi.

Sebaliknya, yang berusaha menutup juga tidak tepat tutup saja untuk menyelematkan mereka dari pekerjaan haram.

Cara dunia ini bekerja, tidak hitam putih begitu, satu sisi HW memang perlu di sanksi, tapi 3000 lapangan kerja buat mereka jangan disepelekan.

Tidak mudah menyediakan 3000 lapangan kerja, kalau UMK Jabotabek 4 juta saja, sebulan 12 Milyar, setahun 144 M. Itu hitungan kasar, angkanya pasti lebih besar lagi.

Lembaga sosial mana, atau Pemda/ Pemkot mna mau menyediakan duit cuma-cuma segitu.

HW bisa saja jualan bajigur, stjm seperti di Bogor misalnya. Makanya ustadz, dai, jangan sedikit -sedikit bunga bank riba, bekerja di bank haram. Efek fatwa anda itu tidak kecil. Selama mukhtalaf; ada yang memperbolehkan kenapa tidak.

Kecuali mujma alaih, semua ulama sepakat suatu profesi haram, misalnya, baru silahkan fatwakan sampai berbusa-busa.

Tapi lebih bijak lagi sambil menyiapkan alternatif, kalau deketin pejabat buat menebalkan isi dompet, atau ganti mobil mewah bisa, masa da’i bujuk pemerintah, bujuk HIPMI, kadin, untuk menyediakan lapangan kerja alternatif gak bisa.

Cara dunia bekerja tidak hitam putih, 3000 orang keluar kerja, karena menjauhi yang haram lantas mereka langsung dapat alternatif pekerjaan lain. Mekanisme alam bekerja tidak seperti itu.

Kita doakan yang

terbaik, ia pasti, tapi cara berpikir seperti itu kacau. Karena setiap orang ketika kehilangan pekerjaan pasti punya dinamika masing-masing. Yang pasti tidak mudah buat yang mengalami, buat anak istri, apalagi selain membiayai keluarga juga membiayai orang tua.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed