by

Menimbang Beli Mobil Listrik

Oleh : Ary Sudiargo

Selama ini ketika kita berbicara tentang mobil listrik maka kita akan langsung disodori tentang mobil listrik baru. Jadi otomatis harganya mahal. Iya kan? Mulai dari mobil tesla yang harganya super mahal itu sampai mobil-mobil terbaru buatan china dan korea yang harganya memang tidak semahal tesla tapi ya tetap sangat mahal juga.

Jadi bagi masyarakat kelas menengah, solusi mobil listrik yang baru itu bukan solusi uang tuntas karena menyudutkan mereka antara memilih beli mobil listrik baru yang sangat mahal atau tetap memakai mobil konvensional yang biaya bahan balarnya juga semakin mahal sementara mereka tetap butuh moda transportasi.

Menurutku jika tujuan dari kampanye mobil listrik adalah pengurangan konsumsi bahan bakar fosil tapi masyarakat tetap bisa melakukan perjalanan, maka mobil baru yang bertenaga listrik bukanlah solusi satu-satunya. Mobil listrik baru yang dikampanyekan oleh pabrik-pabrik mobil sekarang ini hanya akan menguntungkan pabrik mobil tapi jelas merugikan masyarakat kelas menengah (yang telah mempunyai mobil) yang menjadi konsumen mobil yang paling besar dan sangat merugikan pemerintah yang memberi subsidi bahan bakar fosil.

Aku beberapa hari ini iseng melihat beberapa bagan sistem mobil listrik terutama buatan china seperti huawei, changan dan wuling. Sebagai orang awam, menurutku solusi yang paling adil bagi masyarakat kelas menengah yang membutuhkan mobil listrik adalah sebuah “paket penggerak mobil bertenaga listrik” bukan mobil listrik baru. Aku ulangi ya bukan mobil listrik baru.

Secara garis besar, mobil listrik itu punya tiga bagian utama yang membedakannya dengan mobil bermesin bakar konvensional: motor listrik, baterai dan chip komputer yang mengatur manajemen listriknya. Sisanya ya selayaknya mobil lah ada bodi, ban, rem, sasis (tangga atau monokok), jok, ac dan kelistrikan dll. Nah “paket penggerak mobil bertenaga listrik” yang aku maksud adalah motor listrik, baterai dan chip itu.

Pabrik mobil bisa menjual paket itu seauai dengan kebutuhan mobil yang telah dimiliki oleh kelas menengah itu. Misalnya nih pabrik toyota bisa menyediakan paket A untuk mobil toyota yang kecil seperti toyota agya. Paket itu berisi motor penggerak dengan output torsi sekian, horse power sekian, trus baterai lithium dengan kapasitas sekian kilowatt, trus chip managemen listrik sekian. Selain itu toyota bisa memungut biaya penggantian sekian rupiah. Nah pemilik toyota agya bisa datang ke auto 2000 untuk mengganti mesin bakar konvensionalnya dengan paket tadi. Paket lain juga tersedia untuk mobil lain yang lebih berat atau lebih kencang.

Pasti harganya lebih murah daripada beli mobil listrik baru. Pasti itu artinya memperpanjang umur pakai mobil itu. Buat apa gitu lho beli listrik baru kalau bodinya masih lurus, jok dan interiornya masih nyaman dan bagian lainnya masih digunakan. Pasti peminat konversi seperti ini lebih banyak daripada gembar gembor mobil listrik baru yang sangat mahal.

Bagaimana pendapat kalian?

Sumber : Status Facebook Ary Sudiargo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed