by

Refornesans

Oleh : Luthfi Assyaukanie

Renesans dan Reformasi adalah fondasi peradaban dunia modern. Semua yang kita nikmati sekarang ini, baik kebebasan, kesetaraan, pencapaian ilmu pengetahuan, hingga teknologi tinggi, berhutang pada dua gerakan ini. Tidak akan ada dunia modern jika tak ada renesans dan reformasi agama. Para sejarahwan biasanya membedakan dua gerakan itu secara kronologis. Renesans datang lebih dulu, baru kemudian Reformasi. Ini benar kalau yang dimaksud dengan Renesans adalah gerakan Renesans Awal, yang terjadi pada abad ke-13.

Roger Bacon, Sigar Brabant, Dante, dan William Ockham, semuanya lahir di abad ke-13. Mereka adalah tokoh-tokoh humanis yang hidup di ujung Abad Pertengahan. Adapun “the real Renaissance”, kebangkitan Eropa yang sering dibicarakan orang, kemunculannya sebetulnya berbarengan dengan Reformasi. Ia tak bisa dikatakan datang lebih dulu ketimbang pembaruan agama. Renesans dan Reformasi muncul secara bersamaan dan tumpang-tindih. Tokoh-tokohnya lahir sezaman, saling bertemu, bertukar pikiran, dan mempengaruhi satu sama lain.

Karena seperti kembar, saya ingin menyebutnya dalam satu nafas: “Refornesans.”Refornesans dimulai di Florence, oleh keluarga Medici. Dinasti Medici menciptakan dunia modern secara harfiah: membangun pemerintahan, mendirikan bank, memfasilitasi kreativitas, serta mengembangkan erudisi. Dengan lihai, keluarga Medici mendomestikasi agama sebagai modal untuk dukungan politik. Dua dari anggota keluarga Medici diplot dan sukses menjadi Paus di Vatikan. Berkat dukungan Medici, lahir seniman-seniman jenius: Leonardo da Vinci, Michaelangelo, dan Raphael. Ketiga tokoh Renesans ini hidup sezaman dengan tokoh-tokoh Reformasi yang mengguncang Eropa. Erasmus lebih dulu lahir dari Michaelangelo. Raphael dan Luther lahir di tahun yang sama. Gutenberg, sang penemu mesin cetak, yang pengaruhnya sangat penting dalam penyebaran Injil, usianya lebih tua dari Da Vinci, Copernicus, Zwingli, Thomas More, Henry VIII, dan Calvin.

Yang menarik, dua peristiwa besar, jatuhnya Constantinopel –benteng kekaisaran Kristen– ke tangan kaum Muslim dan jatuhnya Granada –benteng Islam di Spanyol– ke tangan orang-orang Katolik, terjadi di tengah hiruk-pikuk Refornesans ini.

Sumber : Status Facebook Luthfie Assyaukanie

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed