by

Tidak Perlu Mencari, Istimewa Itu Dihati

Oleh : Agung Wibawanto

Tidak ada kesuksesan absolute. Tidak ada pula yang paling berhak mengklaim bahwa dirinya tersukses dibanding lainnya. Begitupun ketidak-suksesan. Setiap individu memiliki ekspektasinya masing-masing dan mendapatkan capaiannya masing-masing disertai tantangannya masing-masing. Perlu dibandingkan? Buat apa? Megahnya rumah belum tentu menjamin kebahagiaan dan tidak semua mengutamakan rumah megah untuk dikatakan sukses.

Bisa makan sehari tiga kali dengan lauk tahu tempe dan sambal sekalipun pun bukan berarti tidak bahagia. Bahkan banyak kini orang yg merindukan pola hidup sederhana, makan di pawon, tinggal di rumah gedek dan mandi di kali bening. Jika kita bercermin dari film Kungfu Panda, ada sebuah pertanyaan: seperti apakah resep istimewa itu? Ternyata tidak ada resep istimewa. Istimewa itu adanya di dalam hati.

Istimewa itu jika kita bisa memasak dengan hati bahagia. Ketika anda bersibuk ria dan memaksa mencari resep istimewa seperti yg anda inginkan, maka anda hanya terjebak kepada rutinitas dan itu bisa membuat stress. Sudah enak tapi merasa kurang, sudah cukup enak pun kurang, sudah sangat enak tapi tidak seenak masakan di restoran. Akhirnya masakan menjadi amburadul karena resep yg tidak jelas, dan memasak tanpa hati bahagia.

Sama seperti orangtua memandang anaknya bagaimana supaya istimewa? Sudah manutan, masih dituntut tertib dan disiplin. Sudah tertib disiplin, harus pintar dan juara kelas. Ditambah lagi harus punya prestasi non akademik. Lulus dengan nilai baik dituntut mendapat beasiswa. S1, S2, S3 hingga es teler si Anak tetap belum menjadi istimewa di mata orangtua yg tidak punya hati bahagia.Apa yg ingin dibuktikan? Bahwa saya lebih hebat dari orang lain, bahwa orang lain belum seberapa capaiannya dibanding saya? Diri sy bukan mereka dan mereka bukanlah sy.

Mbok sy mau jungkir balik mencapai kesuksesan, tapi ukuran yg dipakai tidak sama dengan mereka, lantas buat apa dibandingkan? Buat apa juga dipamerkan jika semua yang didapat tidak dibawa mati? Apa yg kita berilah yg menjadi bekal mati kelak. So, berkompetisi mungkin baik, tapi jauh lebih bermanfaat dan produktif jika kita berkolaborasi. Salam Biasa Saja. (Awib)

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed