by

Ducati Ga Marah Koq

Oleh : Harun Iskandar

Konon bos Ducati marah besar. Seperti diketahui tim Ducati adalah salah satu peserta gelaran Motor Superbike di Mandalika, satu daerah di pulau Lombok.Direktur Sport Ducati, Corse Paolo Cabiati, sampek nyebut2 Indonesia, World Superbike (WSBK) Mandalika 2021, disebut, ‘Pernah terjadi 40 tshun lalu di negara berkembang . . .’

Gara2 ada video, yang di-viral2kan, peristiwa unboxing paket grup Ducati. Langsung rame sliwar-sliwer ejekan. Bahkan warga negeri ini sendiri juga begitu. Ikut mengejek, dengan katakan ‘Semboyan Globally, tingkah laku Locally . . .’

Nurut bea cukai Indonesia, buka2 paket itu lazim. Prosedur standar. Disaksikan oleh beberapa pihak yang berwenang.Ya, yang bongkar itu tim bea-cukai, bukan ‘panitia’ lokal. Bea cukai Indonesia, bukan ‘panitia’ lokal Indonesia . . .

Ndak lama kemudian, muncul ‘bantahan’ resmi pihak Ducati. ‘Kita ndak omong2 apa2, kok”Kami malah ndak sabar lagi untuk segera meng’aspal’ di Mandalika. Superbike atau MotorGP . . .’Byar ! Hoax terbantahkan . . .

Anehnya, yang bikin hoax dan yang nyebar hoax, terutama warga negeri ini ndak ada yang klarifikasi. Alih-alih minta maaf.Saya cuma kasihan dengan seorang Bapak yang dituduh ‘mbongkar illegal’ dan ‘utak-atik’ onderdil Ducati itu. Fotonya nyebar sak dunia.Anaknya, mungkin, jadi malu ke sekolah, karena diejek teman2nya. Bapaknya bertindak kuno seperti 40 tahun lalu. Act locally . . .Istrinya malu muncul di pengajian, atau latihan koor nyanyi di gereja. Malu punya suami kayak gitu . . .

Kalau dalam adab pergaulan versi ‘sarngi’, ada yang dikenal sebagai ‘tabayyun’. Cek and recek. Untuk penyebar hoax ini.Kalau dalam adab pergaulan Suroboyoan, ada yang disebut ‘kebat-kliwat’. Grusa grusu. Kalau dalam adab pergaulan ‘jaman batu’, memang cuma ada suara ‘hah huh hah huh !’. Tapi itu artinya ‘Koen iku guoblog ! Gak ngerti adab !’

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed