by

Dari Samaratungga Hingga Marjuki

Oleh : Haryo Setyo Wibowo

Saya selalu heran ketika orang mengatakan bahwa anak sekarang tidak lebih sopan, tidak lebih rajin, dan tidak lebih tau diri dibanding generasinya dulu. Tolok ukurnya apa generasi dulu merasa lebih baik dari generasi sekarang?“ Anak jaman dulu kalo ngomong sama orang tua sopan ”Sebentar. Itu sopan, takut, atau menunjukkan kepalsuan?“ Dulu kalau berangkat sekolah tidak diantar orang tua ”Sikk… siapa yang sekarang menciptakan ketergantungan kepada anak kalo sekolah harus diantar sampai gerbang sekolah?“

Mahasiswa sekarang kalau mau demo tidak paham permasalahannya apa, kurang baca, dan asal berani saja” Lhoo… dari jaman ke jaman, namanya pelajar, mahasiswa ya begitu. Keradikalan mereka selalu menjadi gerbong perubahan sosial di masyarakat. Mereka bukan tidak paham permasalahan, tapi kalau menuntut mereka banyak berpikir, lebih banyak membaca, akhirnya akan memilih diam.

“Lulusan sekarang kalau minta gaji maunya tinggi, padahal ngga ngerti apa2”Hmmm… itu tak tau diri atau tau cara menghargai kualitas diri? Beda.______ Namanya kesombongan itu bisa berkarat. Hati-hati. Jangan karena banyak hal dasar di masa lalu tidak menjadi standar kemampuan anak sekarang, lalu dicap generasi sekarang tidak lebih baik. Dalam pandangan saya. Anak-anak sekarang jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Inovasi luar biasa banyak. Ya kecuali kita memang sudah merasa gagal mendidik anak. Lucunya generasi x atau sebelumnya, boomers, kalau ngritik anak sekarang pake fesbuk, media yang jelas-jelas diciptakan Marjuki, anak gen Y. Isinlah harusnya…Tapi kalau ngga segera sadar dengan kekeliruannya ya gpp. Coba sana bikin candi yang semegah Borobudur deh. Sekalian membuktikan kalau generasinya lebih payah dari generasi Samaratungga 😅

Sumber : Status Facebook Haryo Setyo Wibowo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed