by

Belajar dari Para Dokter yang Pejuang

Oleh : Andrezeko

Tiga dokter yg seharusnya menjadi panutan para dokter di Indonesia adalah tiga serangkai : dr. Soetomo, dr. Wahidin Soediro Husodo dan dr. Tjipto Mangu Kusumo. Ketiga pahlawan dokter ini sangat anti feodal. Dr. Soetomo muda sangat marah melihat Ayahandanya yg seorang pangreh praja harus turun dari kereta dan berjongkok pada Petinggi Belanda yg lewat.

Beliau memutuskan tidak mau meneruskan kedudukan ayahandanya dan memilih sekolah dokter supaya bisa setara dg Belanda. Beliau sering berkelahi dg mahasiswa Eropa yg melecehkan mahasiswa pribumi di STOVIA dan memimpin gerakan kebangsaan pertama Indonesia Boedi Utomo pada umur 20 tahun.

Dr. Wahidin Soediro Husodo memilih pensiun dari kehidupan berkecukupan seorang dokter dan berkeliling Jawa untuk mengumpulkan dana untuk para pribumi supaya bisa sekolah. Beliau yg mengumpulkan para mahasiswa STOVIA dan memberi inspirasi terbentuknya Boedi Utomo. Dr. Tjipto Mangun Kusumo, nekat mengendarai Delman di kraton Surakarta di lokasi yg hanya diperbolehkan untuk delman Sultan Hamengku Buwono. Pada umur 26 th beliau mendirikan gerakan Indische Partij yg lebih radikal dibandingkan Boedi Utomo.

Beliau di buang ke Belanda karena menentang perayaan ulang tahun kemerdekaan Belanda yg dirayakan di tanah jajahan Belanda. Mengikuti teladan ketiga Pahlawan ini, para dokter seharusnya mendidik rakyat, anti perbedaan strata sosial (feodalisme), dan mandiri & TIDAK BOLEH tunduk dengan kekuatan asing.

Sumber : Status Facebook Andrezeko

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed