by

Mewaspadai Seporadisasi Kotak Amal Infaq Shodaqah Teroris

Oleh : Abdulloh Faizin

“Saya harus mengingatkan karena korban donasi telah banyak terjadi niat shadaqah bukan dapat jariah tapi malah dapat adzab, walaupun tidak melakukan kejahatan seperti teroris namun sumbangan yang di berikan kepadanya menjadikan dosa donatur seperti pelakunya naudzu bilah “Mari kita kita resapi dalam kitab Ikhya Syaikhul Islam Al Ghazali.

من أَعاَنَ عَلَى مَعْصِيَةٍ وَلَوْ بِشَطْرِ كَلِمَةٍ كاَنَ شَرِيْكاً فِيْهاَوفى نفس الكتاب اجرة العمل الذى يتعلق بالمعصية حرام والتصدق به منها لايجوز ولايصح إهـ.

“Barang siapa yang menolong kemaksiyatan walaupun hanya dengan setengah kalimat, maka ia telah terlibat dalam maksiyat tersebut” (al-Hadits). Dalam Kitab al-Ihyaa’ ‘Uluumiddiin dijelaskan “Ongkos pekerjaan yang berhubungan dengan maksiat haram, dan mensedekahkannya juga tidak boleh dan tidak sah”. [ Ihyaa’ ‘Uluumiddiin II/91 ].

Yayasan dan kelompok radikalisme terorisme di Indonesia sebagian besar sumbangan dari luar negeri telah banyak di cut atau distop pemerintah mereka sudah mulai menggeliat melakukan segala cara untuk menggali dan mencari dana untuk kebutuhan harakahnya. Jadi dengan nama maupun simbol yang mulia dan sucipun baik berupa pondok maupun yayasan Tahfidzul Qur’an dan anak yatim-piatu serta pembuatan sumur baik di Indonesia maupun timur tengah dengan mengeksploitasi kegiatan hafalan atau anak kecil yang tertimpa bencana harusnya diwaspadai untuk keselamatan kita.

Beramal infaq dan sodaqah adalah perbuatan yang mulia dan terpuji, akan tetapi jika jalan yang dilalui salah atau disalahgunakan bahkan dijadikan sebagai pendanaan teroris maka si penyumbang baikan hanya salah jalan namun sangat fatal dan berbahaya. Alih alih ingin ridha Allah pahala dan surga yang diperoleh adalah jariah neraka karena uang yang di infakkan di buat menguatkan radikalisasi dan juga ngembom di mana mana. Bahkan melawan pemerintah dan menjadi bekal jihad Abal Abal di negara tetangga.

Kotak amal yang berupa santunan anak yatim, pembangunan pondok Tahfidz dan Yayasan sosial telah beredar di mana mana. Di mall di toko, warung kelontong, warung kopi, foto kopi mushalla, dan ritel ritel pinggir jalan yang tak jelas ujung pangkalnya. Tidak berlisensi dan berlegetimasi. Sementara kadang pemilik tempatpun tidak tidak tahu menahu tentang titipan itu dari dari mana dan dikemanakan uang hasil sumbangan itu, tampa akuntabilitas yang jelas. Lalu siapa yang di salahkan dalam kasus ini ? Apakah tempat yang pemilik tempat yang dititipi ? Tidak karena kemungkinan mereka hanya memberikan tempat dan kesempatan bersedekah kepada para dermawan ditempatnya.

Apakah penitip kota amal ? tidak juga karena mereka menitipkan juga pakai Kulo nuwun artinya minta ijin pemilik tempat. Lalu siapa yang salah ? Bukan yang salah yang pas itulah kelemahan kita yakni. Kita tidak cerdas melihat keadaan kita tak mampu menangkap niat kejahatan mereka karena terlalu ikhlas namun tidak cerdas dan waspada atas kejahatannya. Seharusnya kita harus mempertanyakan kegunaan dan pertanggungjawaban jawaban penitip kotak amal karena kita mempunyai otoritas tempat dan itu hak kita jangan sampai terjebak kepada pemilik kotak amal yang tidak jelas dan sumbangan masih abu abu.

Seharusnya kita tidak juga memberikan manfaat berkah bagi para penyumbang. Kehati hatian menerima kotak amal adalah dalam rangka menyelematkan amal para penyumbang supaya tidak ditelan oleh para pelaku kejahatan dalam hal ini terorisme radikalisme.Jika kotak amal itu sudah jelas orangnya, tujuannya, dari mana kemana arahnya bantuan itu bisa dideteksi, dan bisa dipercaya semisal dari masjid, pesantren yayasan yang telah kita kenal dan kita pahami dengan jelas pelaksanaan jelas dan bisa di percaya sebagai jalan amal serta menyelamatkan donaturnya, maka perlu di bela didukung bahkan dipertahankan, dan yang penting sumbangan bisa di manfaatkan menjadi jariah dan keberkahan hidup dunia akhirat.Lamongan 21

Sumber : Status Facebook Abdulloh Faizin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed