by

Tirulah Pola Hidup Masyarakat Baduy

Oleh: Eddy Sinang Trenggono

Tidak bosan bosan sampai saat ini saya mengagumi masyarakat Urang Kanekes ( Baduy) yang berjumlah sekitar 26 ribu jiwa.

Kita sering mengagumi sikap perilaku bangsa bangsa lain, tapi lupa ada anak bangsa didalam negeri yang sering kita anggap belum modern dan “tidak beragama “, tapi ternyata menunjukkan budaya dan perilaku terpuji. Dimana ada masyarakat dengan catatan “zero criminal”?

Bukan di Norwegia, Denmark atau Swedia. Tapi di masyarakat Baduy. Walau tidak pernah disurvei khusus, tapi dari penuturan mereka, konflik internal antar mereka pun relatif sangat minim. Saat ini disaat daerah Lebak menjadi daerah zona merah.

Di desa desa Kanekes tempat masyarakat Baduy tinggal sampai saat ini masih ” Zero Covid 19″!! Luar biasa bukan ? Mengapa kok bisa? Kehidupan di pedesaan masyarkat Baduy relatif sama dengan masyarakat pedesaan lain. Salah satu pembedanya adalah Masyarakat Baduy “Berdisiplin ” patuh pada perintah Pimpinan mereka( Pu’un dan Jaro.)

Selama masa pendemi, mereka dilarang melakukan perjalanan ke luar daerah mereka. Tanpa meminta bantuan Bansos dari Pemerintah mereka mampu hidup mandiri. Jelas mereka tidak ada yang kaya, tapi mereka juga tidak ada yang fakir miskin sampai menjadi pengemis.

Jiwa kemandirian dan harga diri mereka tinggi, sehingga mereka lebih memilih ber hari hari berjalan tanpa alas kaki ke kota kota untuk menjual madu daripada mengemis ( sebelum masa covid). Selain itu sifat gotong royong yang sangat tinggi, membuat antar mereka saling bantu bahan makanan.

Kemungkinan penyebab mereka punya imunitas dan antibodi tinggi adalah karena jenis makanan mereka masih alami tanpa bahan pengawet dan zat zat kimia. Setiap hari mereka ber olahraga jalan kaki dan berjemur sinar matahari sambil bekerja di ladang.

Problem obesitas, kelebihan kolesterol, diabetes , jantung, darah tinggi nyaris tidak ada. Oksigen murni dan vitamin D berlimpah. Sehingga semua persyaratan menjadi sehat berdasarkan anjuran dokter terpenuhi.

Satu lagi yang menjadi penyebab mereka sehat adalah, relatif mereka tidak serakah duniawi, mereka hidup rukun seolah tidak punya rasa persaingan iri dengki dan kebencian seperti kita orang orang kota.

Dari sejak dulu sampai saat ini, mereka relatif tidak punya kebencian dan kekecewaan terhadap Pemerintah, karena mereka tidak pernah menuntut dan mengharap bantuan apapun.

Mereka merasa mampu hidup mandiri ( sejauh alamnya tidak diganggu). Makanan alami, kegiatan fisik rutin , pikiran sederhana dan hati yang bersih.

Pantaslah saudara saudara kita “urang Kanekes” ( orang Baduy) sampai hari ini masih ” Zero Covid 19″.

Tidak usah belajar pola hidup sehat dari Barat, tirulah pola hidup masyarakat Baduy.

(Sumber: Facebook DDB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed