by

Tentang Cukur Mencukur

Oleh : B Uster Kadrisson

Di sekitar rumah saya dalam jarak 100 meter bisa ditemui 10 barbershop, dan itu belum termasuk salon kecantikan untuk wanita yang juga sama banyaknya. Kebetulan saya memang bertempat tinggal di kawasan yang banyak dihuni oleh pendatang imigrant yang berasal dari negara-negara di selatan benua Amerika. Sehingga kehadiran tukang pangkas atau hias rambut merupakan yang termasuk sebuah kebutuhan utama bagi para perempuan dan juga kalangan pria. Mereka rela dan bisa menghabiskan belasan juta setiap bulan untuk supaya terlihat menawan dan tampil mempesona.

Masalah rambut bagi kalangan Latino merupakan suatu kebutuhan yang essensialyang harus selalu dijaga kebugarannya. Apalagi bagi warga dari negara Venezuela dan Colombia yang cantik dan cakepnya memang telah diakui di seluruh dunia. 10 dari yang mereka yang ada, setengahnya pasti menakjubkan dan sisanya sudah bisa melebihi patokan standard kecantikan atau kegantengan di negara-negara Asia. Apalagi dengan kehidupan sosial mereka yang selalu dihiasi dengan banyak pesta-pesta dan dansa-dansa sehingga penampilan adalah sesuatu yang utama. Bagi para prianya, kunjungan ke barbershop merupakan sesuatu yang rutin dan biasanya mereka mempunyai langganan khusus yang sudah tahu apa kemauannya.

Kadang dengan hiasan berupa garis-garis cukuran yang halus di sisi samping yang sangat apik bagaikan diukir saja. Kadang saya heran ketika melihat mereka di kereta saat pergi ke tempat kerja, dengan rambut yang sangat rapi seperti baru keluar dari tukang cukur hanya beberapa menit sebelumnya. Menurut teman saya, mereka wajib ke tukang cukur paling lambat setiap sepuluh hari untuk menjaga penampilan yang prima. Sejak menonton mas Nanu di Speed puluhan tahunan yang lalu, gaya rambut saya tidak pernah berubah, cepak habis dan hanya tersisa beberapa cm saja. Biasanya saya mempunyai langganan seorang tukang cukur yang dikunjungi setiap tiga minggu sekali dan mengerjakannya hanya dalam beberapa menit saja.

Dengan finishing touch, kunjungan ke barbershop total hanya menghabiskan seperempat jam dengan biaya 200 ribu rupiah. Tetapi ketika wabah Corona melanda yang menyebabkan tokonya tutup sehingga saya terpaksa mencukur rambut sendiri dengan alat cukur electric yang ternyata hasilnya lumayan bubrah dengan biaya yang lebih murah. Urusan cukur mencukur bulu bagi sebagian pria merupakan kewajiban yang rutin yang harus selalu dikerjakan. Roommate saya dulu yang merupakan orang Latino selalu sebel dengan dadanya yang berbulu lebat dan selalu mencukur habis hampir setiap pekan.

Ketika saya bilang kalau dia terlihat bagus dengan bulu di dada tetapi alasannya mencukur karena sang pacar selalu merasa kegelian. Dan herannya ketika mereka sudah bubaran, ritual yang berlangsung selama tahunan itu akhirnya menjadi kebiasaan. Mencukur bulu tubuh juga merupakan kewajiban bagi para perenang sehingga tidak akan pernah terlihat kalau para atlit-atlit air ini buluan. Demi menghemat sepersekian detik, mereka harus mencukur semua rambut yang ada di badan supaya bisa meluncur bebas tanpa hambatan. Walaupun berotot kekar dan berdada bidang tetapi mereka tidak mempunyai bulu di ketiak, dengan kaki dan tangan yang mulus bagaikan badan perempuan.

Sebagian atlit lari pria juga melakukan hal yang sama supaya bisa berlari dengan cepat dan menjadi yang paling terdepan. Urusan cukur mencukur bulu kemaluan juga diajarkan sebagai sebuah ibadah di dalam ajaran Islam, sebagai salah satu cara untuk menjaga kebersihan. Baru-baru ini di Amerika sebuah perusahaan alat cukur untuk pria terang-terangan menjual produk dengan tagline untuk urusan bebenah di bagian selangkangan. Terus terang saya pernah salah cukur di bagian bawah sana dan menderita razor burn selama satu pekan. Rasanya sangat tidak enak, menjadi serba salah dan kelimpungan, terasa terbakar jika terkena gesekan pakaian.

Kebiasaan mandi di YMCA dengan pancuran komunal tanpa sekat sehingga mau tak mau bisa melihat selangkangan para pria dari berbagai manca negara. Orang Asia Timur dengan bulu yang hitam kaku bagaikan ijuk, sering tidak terurus dan menutupi si otong yang hanya segede jari tengah. Orang hitam keturunan Afrika dengan bulu keriting yang sangat pendek terlihat semakin memperbesar onderdil yang memang sudah berukuran raksasa. Sedang orang keturunan Irlandia yang berambut merah membuat saya takjub karena semua bulu ikutan berwarna ginger kemerahan hingga ke bagian bawah.Tabik.

Sumber : Status Facebook B. Uster Kadrisson

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed