by

Tawakal Diakhir Usaha atau Tawakal Sejak Awal Usaha?

Oleh : Fauzan Inzaghi

Awam muslimin yang aqidahnya benar dalam bertindak selalu usaha/ikhtiar dan doa dulu, kemudian tawakal, itu suatu yang baik, tapi tidak sempurna. Adapun khawas muslimin, dalam bertindak selalu mengutamakan tawakal terlebih dahulu, kemudian baru disertai dengan doa dan usaha, sekedar mengikuti sunnatullah. Seolah simpel, tapi efeknya besar, tawakal diakhir mungkin bisa membuat kita menerina takdir apapun yang digariskan tuhan, tapi kegelisahan sebelum melakukan, ketika melakukan dan menunggu hasil sangat sulit dihilangkan, walaupun apapun yang terjadi diakhir dia akan mudah menerima.

Adapun tawakal diawal, maka dia hanya melihat sesuatu itu cuma sebagai tugas saja, intinya cuma melakukan saja, sehingga ketenangan bisa dirasakan sejak detik awal kejadian, bahkan saat dia harus menangis, dia merasakan ketenangan. Makanya ketika dia mengatakan sesungguhnya hidupku dan matiku hanya untuk allah, itu bukan sekedar doa formalitas, tapi memang hidup yang dia jalani seperti itu. Tak heran orang yang seperti itu akan mencapai level bisa bersalaman dengan malaikat, bukan sekedar majaz.

Tapi benaran, sayangnya tsaqafah dan ajaran ini sudah lama terlupakan, terutama dikalangan terpelajar, dimana sangat sulit bagi mereka terlepas dari hukum sebab akibat, makanya sulit bagi mereka membayangkan hal-hal ghaib dan ruhaniyah terjadi dihadapan mereka.

Seperti berjumpa malaikat, shalat bersama para nabi, dst, semua itu akan dianggap legenda atau hanya terjadi pada orang-orang terdahulu, padahal itu semua bisa terjadi pada siapa saja, jika dia mau berlepas dari hukum sebab akibat materi. Sayangnya sampai cara beragama pun hari ini pun dipenuhi materi, maka sulit untuk mengatakan tawakal dulu baru usaha, kita kan ditertawakan jika tidak melakukan hitung-hitungan sebab akibat secara materi. tapi bagaimana pun kita harus sadar bahwa kita diakhir zaman, dimana iman khawas makin sedikit yang mempelajari, maka orang sudah mau tawakal diakhir usaha saja sudah merupakan harta karun, karena saat ini bahkan kita banyak bertemu dengan muslim yang hitung-hitungan hidupnya semuanya secara materi dan zahir dan tawakal gak pernah masuk dalam kamus hidupnya.

Sumber : Status Facebook Fauzan Inzaghi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed