by

Gelar

Oleh : Arif Maftuhin

Entah berapa banyak orang atau masyarakat yang otomatis memberi hormat hanya karena orang mempunyai gelar. Saya tidak termasuk dan lingkungan saya berasal juga demikian. Kalau pun dianggap penting, gelar-gelar itu hanya berlaku dengan syarat dan ketentuan berlaku. Dalam dunia akademik pun, gelar tidak penting. Kalau Anda baca jurnal, konvensinya adalah menulis nama saja. Jurnal tidak peduli apakah penulis seorang mahasiswa atau profesor.

Kita hanya melihat tulisannya. Sejak pemerintahan Jokowi, dokumen jabatan struktural juga distandarkan hanya mencantumkan nama pejabat. Saya lupa persisnya, tetapi ada edaran menpan atau mendagri untuk itu. Maka, kalau ada doktor atau raden mas ngabehi pejabat yang tidak mencantumkan gelar di surat jabatan yang ia tanda-tangani, itu bukan karena ia rendah hati, tetapi kewajiban administrasi publik.

Nah, mungkin karena di tempat-tempat itu sudah tidak boleh mencantumkan gelar, maka ada saja orang yang saya lihat menulis lengkap gelar di identitas kontak WA, Zoom, dan tempat-tempat umum lainnya. Cari tempat tersisa untuk pasang gelar. Cuma saya tidak paham, berapa dari kita yang tiba-tiba hormat kepada gelar yang ia cantumkan?

Alih-alih menimbulkan rasa hormat, koq saya khawatir yang terasa malah orang gila hormat. Tolong sampaikan ini ke YBS

Sumber : Status Facebook Arif Maftuhin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed