by

Hidup untuk Manfaat Bukan untuk Menghujat

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Orang yang sedang lelaku Puasa Mutih misalnya, ia pasti akan menolak ketika kita menawarkan makanan dari daging lezat dan bergizi. Atau ketika kita naik gunung dan berkemah di hutan, kita tidak akan membawa perangkat audio untuk mendengarkan musik karena sudah diniatkan hanya mendengar suara alam.

Tapi tidak semua orang akan mampu melakukan Tirakat Mutih dan suatu saat akan kembali pada fitrahnya sebagai manusia. Pun begitu tidak banyak orang yang bisa berlama-lama hidup di gunung atau hutan meski menemukan kedamaian di sana. Mereka para lelaku tirakat yang berhasil akan semakin menyadari keterbatasan dirinya. Bukan merasa menjadi manusia lebih baik dari yang lain.

Apalagi yang tak mampu menjadi orang lelaku, tentu tidak pantas mengolok-olok mereka para lelaku.Kita yang orang kota mungkin terasa aneh dengan kebiasaan Suku Badui yang mengisolasi diri sebagaimana di China juga ada Shaolin yang selalu digembleng dengan lelaku tirakat. Intinya, kehidupan ini isinya aneka warna. Dan itu yang membuatnya jadi indah karena Sunatullah tak mungkin salah.

Anda berniat tirakat dari Musik? Silahkan! Atau menganggap Musik sebagai anugerah dari Tuhan yang disematkan melalui Cipta, Rasa dan Karsa manusia sebagai makhluk pilihan? Juga silahkan! Karena Hidup itu tentang memberi manfaat, bukan saling menghujat. Paham ya?*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed