by

Pro dan Kontra Vaksin

Oleh : Efron Bayern

Di AS saat ini status warga tervaksinasi penuh sebesar 49%. Meski terus menanjak, kalau kita lihat data sejak Juni laju kenaikannya lamban (lihat grafik). Penyebab pelambatan itu adalah masyarakat anti-vaksin yang menyebarkan propaganda. Kebanyakan para penolak vaksin di AS berada di kantong-kantong pendukung Donald Trump dalam Pilpres yang lalu.

Situasi di AS mirip di Indonesia. Menurut sigi SMRC Maret lalu penolak vaksin sebenarnya tidak sampai 50%. Namun yang menarik para anti-vaksin berada di dalam lingkaran pendukung PS. Secara etnis penolak vaksin terbesar adalah Madura (58%) dan Minang (43%). Sebaliknya, pendukung vaksin terbesar adalah Batak (57%) dan Jawa (56%). Selengkapnya sila baca di https://nasional.tempo.co/…/survei-smrc-warga-dki….

Kita para pendukung vaksin jangan tergesa-gesa menertawai kaum anti-vaksin. Mengapa? Ada dua cara untuk membentuk antibodi melawan Covid. Pertama, vaksin. Dengan divaksin tubuh kita dirangsang membentuk pasukan antibodi melawan Covid. Jadi, kalau nanti ada virus beneran masuk, tubuh kita sudah siaga melawan.

Kedua, infeksi. Tubuh kita terinfeksi Covid. Tubuh dengan tergopoh-gopoh membentuk pasukan antibodi. Hanya saja banyak yang terlambat, karena belum pernah dilatih. Ada yang terkapar, ada yang meninggal. Mereka yang berhasil sembuh akan memiliki antibodi.Sila pilih satu dari dua cara itu. Kalau saya sih memilih divaksin. Lha wong gratis dan apalagi tempat vaksin tak sampai semenit jalan kaki dari rumah. Jangan mau jadi korban perang dagang merk. Ambil vaksin merk apa saja. Semua bagus. Makin cepat tervaksin, makin cepat Indonesia lepas dari pandemi.MDS

Sumber : Status Facebook Efron Bayern

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed