by

Kehati-hatian Seorang Jokowi

Oleh : Ferry Melson Tafzi

Dari beberapa presiden Indonesia yang pernah ada, semuanya punya kelebihan masing-masing. Pertanyaannya apa yang menjadi kelebihan seorang Jokowi?Dari beberapa lini medsos, terlihat ada apresiasi tersendiri terhadap Jokowi, terutama dalam pengelolaan pandemic ini. Seorang teman berucap: “Bagaimana kalau bukan Jokowi yang jadi presiden saat ini?” Pertanyaan tersebut menunjukkan penghargaan beliau terhadap kiprah presiden dalam penanganan situasi wabah yang tengah melanda tanah air.

Tentu tidak bisa semua orang bisa dipuaskan secara maksimal, tapi hati seorang Jokowi tidak bisa lepas dari suasana kerakyatan yang dia pimpin. Dalam sehari-dua hari ini, ada video yang cukup tersebar masif, yaitu nyanyian dua siswi SD lengkap dengan gitar putihnya menyanyikan tentang suasana PPKM. Penafsiran yang tidak tepat sebenarnya, tapi itu merupakan cerminan kegalauan yang ada di tengah masyarakat.

Harapan mereka, yang tersirat dalam nyanyian tersebut, agar pemerintah tidak membuat kebijakan yang asal-asalan, karena itu juga bisa dilakukan oleh anak SD. Sebuah kritik yang tentunya baik juga untuk didengarkan. Saya tidak tahu apakah Presiden Jokowi telah melihat video ini, sehingga terlihat dalam arahannya kepada wakil presiden, menteri agama dan beberapa menteri lainnya terkait perayaan Idul Adha agar bisa dilakukan dengan khidmat dan taat prokes yang ketat.

Hal kedua, tentang isu perpanjangan PPKM yang banyak ditanyakan masyarakat tentang kepastiannya. Poin kedua ini, pemerintah sangat terlihat penuh kehati-hatian. Hal ini kelihatan dari gestur presiden saat penyampaian arahan tersebut. Kondisi tersebut menyiratkan hati seorang pemimpin negara ini ada pada kebatinan masyarakatnya. Secara personal saya menilai, itulah kelebihan seorang Jokowi. Ia selalu hadir bersama rakyatnya.

Sebagai seorang hidup dalam khasanah Jawa, ia membutuhkan ketenangan yang tak membawa gejolak dalam kondisi sekarang. Untuk itu pula, dengan tanpa pikir panjang kebijakan vaksin berbayar yang sempat ramai polemiknya, dia hentikan.

Dari ungkapan menko Marves – LBP, yang mengakui pelaksanaan PPKM belum bisa optimal terlaksana. Maka dari itu, Presiden Jokowi minta agar keputusan tentang perpanjangan PPKM benar-benar dipikirkan secara jernih agar tidak salah langkah, karena hal ini sensitif sekali. Menjaga ketenangan masyarakat, adalah langkah imun pertama yang harus dijaga dan ditingkatkan, setelah teror bunyi sirene yang saling bertautan memenuhi seluruh pelosok Nusantara.

Seorang Jokowi tidak perlu memperlihatkan hamparan kuburan untuk membangun kesadaran masyarakatnya, karena yang sebaliknya bisa terjadi, rendahnya imun dan gairah kepada yang lebih baik semakin tertekan. Ia memilih memasuki gang-gang di waktu yang gelap untuk membangun semangat warganya bahwa masa terang ada di depan mata. Itulah seorang Jokowi, yang ingin masyarakatnya tetap tenang dalam segala kondisi. Karena dengan ketenangan itu akan tumbuh kesehatan masyarakat yang baik, tepo selero dan saling menghargai dengan mengutamakan kedisiplinan prokes.

Jokowi ada dalam suasana kebatinan seperti itu, sebuah maqam yang menenangkan.#fmelsont210718

Sumber : Status Facebook Ferry Melson Tafzi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed