by

Malu Jadi Haji

Oleh: Iyyas Subiakto

Di Indonesia sudah jutaan umat Islam yg menunaikan ibadah rukun Islam kelimanya dan begitu banyak juga yg memakai gelar itu di depan namanya. Malah ada daerah yg membanggakan berapa kali seseorang naik haji agar status sosialnya naik.

Dua tahun ini menunaikan ibadah itu harus ikhlas di tunda karena kondisi PANDEMI dan Arab Saudi yg menguasai Ka’bah membuat larangan bahwa ibadah haji ditiadakan atau dikurangi jumlahnya. Pembatalan ibadah haji menurut catatan sudah terjadi 40 kali sejak 14 abad.

Kenapa kok ributnya kayak laron keluar sarang, ibadah kok milih.Indonesia salah satu negara yg terkena imbas itu. Dan langsung gempuran dari mulut encer ORANG2 yg tak tau urusan, sampai ada manusia siluman yg beda agama mau nuntut ke MA Krn menganggap pemerintah gagal.

Gorengan sudah kesana kemari, sampai ada yg bilang karena Indonesia tak bayar hutang biaya haji kepada pemerintah Arab Saudi, uang haji dipakai utk biaya infrastruktur, dst. Jeder !! Dibuka kotak Pandora, ternyata separo biaya haji itu didanai pemerintah.

Jadi kira2 kalau mau berangkat sendiri apakah ada kemampuan yg sampai daftar tunggunya 25 tahun itu. Gaya selangit, kita nulis undangan lupa gak nulis huruf H didepan namanya, marah2, kondangan gak dikasi kursi didepan mutung, apa tuan rumah gak tau kalau saya haji.

Indonesia ini emang negara suka gelar, sudah prof saja minta dibelakang namanya di tulis SE, dll. Padahal gelar prof kan sudah melewati itu semua, kecuali HC yg bs nyelonong suka2 yg memberinya.

Sekarang setelah ketauan kalau biaya haji yg 77 jt itu separohnya dibiayai pemerintah, muka lu mau diletak dimana, ternyata gelarmu hanya separoh saja, alias haji2an. Pantes saja pulang haji gak ngerubah kelakuan, malah makin belingsatan.

Tuhan maafkan kami, tolonglah utuhkan haji kami walau separohnya kami berhutang kepada pemerintah yg selalu kami maki2 agar haji kami mabrur, bukan ngawur seperti skrg ini. Untung aku gak pernah nulis gelar haji…

Aku maluu

Ini saya tambahin hitungannya ya, per tahun pemerintah mensubsidi 250.000 org naik haji itu = 9,6T. Hanya buat gelar ibadah dan pamer sosial. Cabut saja itu subsidi. Kalau gak mampu bayar sendiri gak apa2, kan rukun itu buat yg mampu. Duitnya buat pendidikan dan pembangunan utk semua warga negara bukan utk yg mau ke sorga saja.

Ke sorga kok ngutang ongkos…

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed