by

Kontrakan Petak

Oleh : Ahmad Sarwat

Sepupu istri saya pernah merantau ke Jakarta. Karena masih pengantin baru, mereka tinggal di sebuah kontrakan petak yang sangat strategis. Kemana-mana dekat. Maksudnya mau ke kamar mandi dekat, ke dapur juga dekat, ke pintu keluar juga dekat. Saking sempitnya.

HeheAwalnya mereka kaget karena di kampung halaman rumahnya luas banget, bahkan berupa pondok pesantren. Rumahnya seluas kampungnya. Makanya ketika orang tua dari kampung sempat menengok ke Jakarta masuk kontrakan petak, saking sempitnya sampai dikomentari rumahnya lebih sempit dari penjara.

Tapi uniknya justru pasangan itu enjoy-enjoy saja dengan kesempitan rumahnya. Beres-beres rumah jadi gampang, katanya. Cukup butuh 5 menit dan selesai. Perabot makan pun hemat, cuma punya 1 gelas, 1 piring dan 1 sendok. Lagian mereka pengantin baru juga.Pokoknya dunia milik berdua, yang lain dianggap ngontrak. Padahal justru mereka yang ngontrak. Gitu lah semua jadi terbalik.

Saya sih nggak bisa kasih komen banyak. Biarin saja toh mereka enjoy dengan segala kesempitan dan sesaknya rumah. oOoKalau saya mungkin agak repot hidup ngontrak sempit kayak gitu. Bukannya sombong, tapi sejak kecil saya tinggal di rumah orang tua saya yang luas banget. Maklumlah jelek-jelek gini saya kan robet alias Rombongan Betawi. Wajar kalau tanahnya luas-luas. Dulu tanah luas itu dianggurin saja, tidak produktif. Tapi sekarang orang Betawi pada melek duit. Tanah luasnya dibikinin kontrakan petak kecil-kecil kayak kandang burung merpati.

Lumayan dari ujung ke ujung dapatlah 20 pintu, dikali 3 lantai. Total punya 60 pintu kontrakan petak. Makanya pada males disuruh ngelamar kerjaan, jadi PNS atau jadi jongos di kantor orang. Mendingan ngurusin kontrakan warisan orang tua. Hitung-hitung kayak punya mesin ATM sendiri. Tapi bedanya kalau mau ambil duit gak perlu pakai kartu, cukup digedor-gedor saja di akhir bulan.

Namanya ATM gedor. NOTETapi saya dan adik-adik sepakat, kita nggak bikin kontrakan petak yang sifatnya duniawi tapi ukhrawi.Sekilas bangunannya kayak kontrakan petak juga sih, tapi konsepnya malah lebih dahsyat, karena 4 lantai ke atas. Bukan buat disewain tapi buat jadi madrasah. Namanya Madrasah Daarul-Uluum Al-Islamiyah. Ada TK, Ibtidaiyah dan SMK, termasuk juga Rumah Fiqih Indonesia.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed