by

Merendahkan Istri

Oleh : Karto Bugel

Dulu, ketika kepemilikan mobil masih tak semassif seperti saat ini, ketika mobil masih menjadi penentu kelas dalam strata masyarakat, merawatnya dengan totalitas adalah keharusan. Sedemikian berharganya, istilah sebagai istri kedua pernah disandangnya. Dirawat, dihias dan kadang dipamerkan si pemilik dengan bangga.Ketika mobil kita rusak dan harus ganti suku cadang, varian pilihan tersedia cukup beragam.

Bila mobil itu buatan Jepang, toko onderdil akan bertanya “orisinil atau KW?” Orisinil biasanya menunjuk pada sesuai aslinya atau bawaan mobil, dan KW adalah tiruan dan biasanya buatan Taiwan. “Bagaimana dengan mobil yang sudah turun mesin 7 kali?”Waduuh…Turun mesin 7 kali dibuat terkait dengan istri, pasti bukan ajaran dari budaya dan tradisi kita. Perempuan adalah ibu, dan ibu adalah sosok paling luhur dalam tradisi kita. Dia yang berucap seperti itu jelas bukan bagian dari orisinil bangsa ini.Dia hanya KW. Bukan KW bangsa pemilik tanah dan budaya negeri ini, dia bahkan hanya KW dari bangsa dan budaya asing yang saat ini sedang merasa menjadi kasta tertinggi. “Loh koq kasta tertinggi?”

Percaya tidak percaya, suka tidak suka, kita memang sedang mendewakan bangsa dan budaya asing. Banyak dari kita sedang ingin menjadi seperti mereka meski hanya bungkus luarnya saja. Baju dan budayanya kita sanjung setinggi langit, bahasa dan tabiatnya kita paksakan menjadi milik. Mereka memang sedang menjadi kasta tertinggi. Sengaja salah ucapannya ketika menghina tak pernah menuntunnya pada bersalah. Cukup dengan meminta maaf semua selesai dengan sendirinya dan puja puji bergema pada sikap bijaknya saat berani minta maaf.

Berbeda dengan si pemilik tanah dan budaya negeri ini, apalagi ketika dia minoritas, tak ada celah bagi kata maafnya. Selalu harus dikurung karena maaf tak menghentikan proses hukum.Siapa tak ingin menjadi kasta tertinggi, si KW pun bermimpi menjadi bagian dari mereka. Perbedaan bentuk hidung tak membuatnya menjadi mundur. Dia terus maju meski wagu dan tak sedikit pun tampak mirip. Yang penting, untuk sesaat dia adalah kasta kedua.Lucunya, justru si pemilik tanah sekaligus pemilik tradisi dan budaya lokal adalah kasta terendah.

Bagaimana itu bisa terjadi, semesta tak lagi bergairah memberi jawab. Analogi menjijikkannya tentang seorang istri setia tersanding dengan turun mesin 7 kali tak akan membuatnya jatuh. Dia tetap menjadi panutan. Dia masih akan hidup terhormat dan banyak orang tetap akan mencium tangannya sebagai bukti. Dia bukti dan saksi hidup bangsa ini sedang sakit…RAHAYU.

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed