by

Antara Gelar dan Jabatan Akademik

Oleh : Hendy Mustiko Aji

Nih saya sering ulang-ulang penjelasannya biar paham gitu… Biar gak salah dan gak puber..

Bedakan antara:

1. Gelar akademik

2. Jabatan akademik

3. Gelar sosial

Gelar akademik itu gelar yg didapat setelah melalui proses pendidikan. Contohnya, Sarjana Ekonomi, Master of Arts, Doctor of Philosophy.

So, kalo mau dapet gelar akademik ya harus kuliah formal dulu.

Jabatan akademik itu jenjang karir seorang dosen. Mulai dari Asisten Ahli dan Lektor (Assistant Professor), Lektor Kepala (Associate Professor), dan Guru Besar (Professor).

So, kalo mau dapat jabatan akademik ya harus jadi dosen dulu. Jabatan akademik itu bukan gelar akademik ya.

Gelar sosial itu gelar yang diberikan kepada seseorang oleh masyarakat. Umumnya diberikan atas dasar kontribusi kepada masyarakat dalam bidangnya. Misal: Pak Ustadz, Bu Ustadzah, Gus/Kiyai, Raja Ikhlas II.

So, kalo mau dapat gelar sosial, ya buat kontribusi dulu untuk masyarakat.

Beberapa kesalahpahaman:

1. Bukan dosen, tapi dapat jabatan akademik profesor. Kaya Mbah Megawati ini nih. Terus nyebutnya “Gelar” lagi.

2. Mempermasalahkan orang lain dipanggil ustadz karena alasan orang tersebut tidak sekolah agama. Atau tidak satu afiliasi/komunitas dengannya.

Ustadz adalah gelar sosial, bukan gelar akademik. Kalo masyarakat menggelarinya Ustadz/Ustadzah, ya jangan puber. Ngapa kowe sing sewot?

3. Oh ya, saya juga pernah dikatain Flattard “cuman asisten professor”. Dikiranya asisten profesor itu pembantunya profesor gitu kali ya. Yang bawain bukunya profesor, atau nyapu ruangan professor.

Assisten professor itu jenjang karir akademik yaa, bukan “pembantu” professor. Flattard harus dikasih pinter dulu, biar kalo mau ngenyek orang gak malu-maluin gitu 😀

Sumber : Status Facebook Hendy Mustiko Aji

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed