by

Ketika MUI Menjadi Amoral

Oleh: Iyyas Subiakto

Saya gak pernah tau latar belakang Abas yg duduk sebagai wakil atau apalah di MUI, dia ini jadi salah satu manusia berakhlak rendah yg tersisa di MUI selepas Zulkarnaen, dan sejenisnya tidak lagi disana.

Seperti diketahui MUI belakangan ini mencoreng muka umat Islam yg diwakilinya, walau banyak yg tidak merasa diwakili karena kelakuan MUI tak pantas untuk mewakili.

Bak lembaga multi talenta, semua mau diurusnya dari mulai covid, sampai urusan kenegaraan. Emang mereka itu siapa, seberapa besar kapasitasnya, seluas apa wawasannya. Harusnya kantor MUI itu dinding, langit2 dan lantainya terbuat dari cermin agar mereka bisa bercermin bahwa manusia itu diukur bukan dari mulutnya, tapi dari akhlak dan kontribusinya.

Seolah jadi sejenis partai oposisi, ngebacot dgn dasar asalan. Kalau mengatakan rakyat sudah muak kepada Jokowi, kami sudah mau muntah melihat MUI. Kasian lembaga ini diisi oleh orang kerdil pikiran, tapi kenapa yg lain diam. Harus nya kan jenis penyalak seperti Abas ini bisa disingkirkan daripada merusak imej secara sekeseluruhan.

Jadi berhentilah berkomentar rendahan, urus saja yg bisa kalian urus, biarkan negara sudah ada yg ngurus, perbaiki lembaga itu dgn baik agar tidak salah urus. Nanti kalian murusĀ².

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed