by

Jokowi Sebagai Tamu di Minang

Oleh Erizely Jely Bandaro

Ketika di tanya oleh warga Padang apa alasan jokowi datang ke Padang ? Jawab Jokowi sederhana sekali ” Di minta Gubernur “. Mungkin Anda akan tersinggung bahwa mengapa Jokowi hanya dianggap tamu, bukan dianggap sebagai kepala negara atau Presiden. Dalam adat Minang pemimpin itu bukan sesuatu yang luar biasa seperti layaknya pada adat daerah lain. Philosopi orang minang tentang pemimpin adalah ditinggikan seranting dan didahulukan selangkah.

Artinya bagi orang Minang pemimpin itu bukan raja atau khalifah atau diktator tapi hanyalah pelayan rakyat yang posisinya hanya ditinggikan seranting dan di dahulukan selangkah . Keputusan pemimpin adalah keputusan musyawarah. Bulek Kato Dek Mupakaik, Bulek Lah Buliah di Golongkan, Picak Lah Buliah di Lanankan..

Bagaimana posisi tamu ? Adat Minang menempatkan tamu sangat tinggi posisinya. Itu sebabnya dalam prosesi perkawinan pihak laki laki di jemput ( di minta datang sebagai tamu) oleh keluarga mempelai wanita. Ini lambang penghargaan tertinggi keluarga besar wanita kepada urang sumando. Dalam berdialogh pun keluarga wanita tidak boleh menggunakan kalimat langsung tapi kalimat melereng sebagai puncak kehalusan Budi dalam berkomunikasi. Dan selanjutnya keluarga perempuan tidak boleh memanggil nama kecil tapi nama gelar pusaka dari keluarga ibu mempelai wanita. ingat orang Minang menempatkan ibu sangat tinggi sekali. Bahkan adat Minang mengikuti garis ibu, bukan garis ayah.

Jadi bila pemimpin Minang menempatkan jokowi sebagai tamu maka jokowi ditempatkan pada posisi tertinggi kehormatannya dalam adat Minang. Selanjutnya tidak boleh orang minang berkata kasar kepada jokowi. Kalau tidak akan di katakan tidak beradat.Penghormatan ini tidak gratis sebagaimana hormat kepada urang sumando. Bahwa jokowi harus menjadi urang sumando niniek mamak, bukan uang sumando lapiak buruak atau urang sumando langau hijau. Artinya Budi pekerti jokowi harus sesuai dengan rasa hormat yang dia dapat secara adat Minang.

Dengan menempatkan Jokowi sebagai tamu maka kehormatan itu di berikan kepada Jokowi pribadi. Yang memang secara pribadi jokowi pantas mendapatkannya. Itulah adat Minang yang memang tidak menyembah atau terlalu meninggikan pemimpin. Yang tinggi hanya Allah. Pahamkan sayang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed