by

Ikhtiar Juga Perintah Agama

Oleh : Abdulloh Faizin

Jangan terlalu takut dengan penyakit nanti tidak akan bisa apa apa, apalagi bekerja, namun jangan sombong dan melawan penyakit-penyakit nanti berbahaya. Posisikan dirimu diantara keduanya agar menjadi bijak dan diselamatkan Tuhan. Bekerja dan beribadahlah namun jangan lupa protokoler kesehatan dan doa keselamatan.

Mengedepankan rendah diri serta berikhtiar menyelamatkan diri itu lebih penting dari pada merasa kebal dengan penyakit serta angkuhnya melawan bahkan menyombongi penyakit, apalagi dengan bangga memperlihatkan semangat ketawakalan beribadah tanpa dan mengabaikan mafsadah bahaya penyakit itu sanga mengerikan. Bagi yang berfikir cerdasnya pertimbangkan. Ini peringatan kesalamatan kita bersama.Ikhtiar adalah permata landasan dasar tawakal kepada Tuhan.

Ikhtiar adalah jalan yang harus dilalui sebelum menuju kepasrahan. Ikhtiar adalah implementasi perintah yang ditumbuhkan dari ketaatan. Ikhtiar adalah prilaku pemeluk Agama yang mensyukuri penghargaan Alloh berupa akal dan fikiran untuk memilih keselamatan bersama.Ikhtiar adalah pengejawantahan dari kesempurnaan iman dan totalitas nilai Islam. Ikhtiar akan menghilangkan kesombongan atas nama ibadah dan ritual. Menghadapi penyakit tidak boleh pongah kitab tetap berusaha merendah kita harus yakin bahwa penyakit ada penciptanya. Dan yang menciptakan sang khalik telah telah bersabda berikhtiarlah. Dan yang perlu dipahami bahwa meremehkan ikhtiar adalah kesombongan yang luar biasa tiada Tara apalagi berbungkus Agama.

Nasib kita ditangan Allah sesuai dengan taqdirnya dan usaha adalah bagian dari takdirnya. Meninggalkan usaha tidak menghindari wabah merasa kebal wabah artinya juga bagian dari meninggalkan perintah Tuhannya, bahkan melawaNya. Penyakit tidak memandang apakah Sholeh atau tholeh, ahli ibadah atau tidak namun kita berkewajiban berdoa dan menghindarinya dengan cara yang di dawuhkan Ulama kita bukan gerombolan pemabuk Agama.

Sama halnya yang bekerja silahkan bekerja karena pekerjaan adalah kewajiban namun tetap berusahalah menghindari wabah dengan cara yang umum dilakukan. Yang ibadah beribadahlan dengan tanpa merasa kebal karena kemaslahatan menghindar harus didahulukan dari pada ibadah dengan bahaya. Karena sejatinya Tuhan tidak melarang ibadah ini hanya persoalan tempat bisa di mana saja bahkan dirumah kita.

جُعِلَتِ الْأَرْضُ لِأُمَّتِي مَسْجِدًا وَطَهُورًا – رواه أحمد –

“Tanah dijadikan masjid (tempat salat) dan alat bersuci bagi umatku”

Artinya pelaksanaan kewajiban salat bagi umat Muhamad dapat dilakukan di mana saja, tdk terikat oleh miqat makani (tdk terikat oleh ruang), kecuali beberapa tempat yg dilarang oleh Nabi.alhikmah90.bs.

Jika masih zona aman silahkan di masjid dan musholla dengan protap yang ada. Namun saat zona merah atau berbahaya sholat di rumah tidak mengurangi ketaatan dan ketakwaan kita , apalagi terhina bahkan tindakan tersebut merupakan implementasi ibadah serta membangun ketaatan dan ketakwaan kita ditengah wabah melanda. Semangat harus lebih dibangun keikhlasannya harus di kuatkan untuk menghiasi rumah kita dengan sholat jamaah, mungkin saat ini kita diselamatkan dari keinginan pujian riya’ dan lain sebagainya karena Tuhan punya banyak cara.

Perlu dipahami bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib kita, jika kita tidak menghargai perintah usaha dalam ayat-ayatnya. Sekali lagi tetaplah Ikhtiar dalam bekerja, sambil berusaha berhati hati dari wabah adalah bagian dari ibadah karena tanpa bekerjapun kita tidak dapat Rizki. Dan kita niatkan bekerja mencari nafkah karena mencari ridho Alloh SWT agar selamat dari marabahaya penyakit. Dasar umum ikhtiar atau usaha sebagai berikut :

إنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ Dengan mengartikan مَا pada perkataan مَا بِقَوْمٍ dan مَا pada perkataan مَا بِأَنْفُسِهِمْ dengan makna nasib, sehingga makna lengkap ayat di atas adalah : “Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib sesuatu kaum sehingga mereka merubah nasib mereka sendiri “.(Ar Ra’ad: 11)

Semoga teman teman nun jauh di sana yang berdoa dan masih bekerja serta ikhtiar disana terhindar dari bala, dan malapetaka dan berhasil walaupun tidak seperti Sedia kala namun tetap barokahi. Yang paling akhir semoga wasilah Jumat ini kita termasuk orang orang bahagia dunia akhirat.Mari resapi mawaidh Ulama kita beliau muda dan kharismatik yang menekankan adanya ikhtiar dan kehati hatian dalam menghadapi wabah ini. Jumat berkah.

Sumber : Status Facebook Abdulloh Faizin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed