by

Antara Muslim dan Yahudi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Salah satu pemikir muslim yang banyak dikagumi…., adalah Sir Muhammad Iqbal.Ia adalah tokoh modernis…., guru dari Fazlur Rahman…., dedengkot neo-modernis…; gurunya Cak Nur…., Amien Rais…., dan Syafii Maarif. Iqbal…., merupakan salah seorang pemikir yang menggagas berdirinya Negara Islam Pakistan…., bersama Muhammad Ali Jinnah.Ia filsuf yang sangat liberal…, dan tulisan-tulisannya diresapi semangat puitik pembebasan…., karena memang ia juga terkenal sebagai seorang penyair. Ia disebut liberal….; salah satunya karena ia sangat mengagumi si Gila Nietzsche…., yang begitu jelas menjadi ‘elan’ vital dalam karya karyanya.

Dalam bukunya yang berjudul The Reconstruction of Religious Thought in Islam…, ia memberikan nafas baru bagi pemikiran Islam khas kontemporer…, salah satunya tentang arti neraka. Iqbal berbeda dengan banyak pemikir lainnya…., dalam menafsirkan apa itu arti neraka. Neraka yang selama ini dipahami banyak orang sebagai tempat pembalasan atas keburukan…., sebenarnya adalah bersifat simbolik.

Neraka bukanlah tempat penyiksaan fisik yang sangat mengerikan…, sadis…, dan kejam tiada tara….; seolah ajang pembalasan dendam Tuhan atas hamba-hambanya. Iqbal tidak memahami neraka sebagaimana kita kenal dalam kitab suci. Dalam hal ini…., Iqbal dipengaruhi oleh Jalaluddin Rumi…., penyair mawar cinta dalam dunia Islam.

Neraka baginya….; adalah api kebencian yang ada dalam setiap diri manusia. Selama kebencian menghinggapi kita…., maka ia akan terus menyiksa bathin sampai kita berhasil menyingkirkannya.

Maka seandainya kita dimasukkan neraka…., itu adalah tempat rohani yang dimaksudkan sebagai ruang yang menghembuskan perasaan damai dan kasih padajiwa…., agar api kebencian dalam diri kita sirna dan menghilang.Berdasarkan pengertian di atas…., maka seorang Muslim yang selalu membenci kaum Yahudi dan orang-orang non-muslim yang dianggapnya kafir…., tidak akan pernah mencapai surga selama ia belum berhasil menyingkirkan api kebenciannya.

Meskipun beriman…, ia akan tetap masuk neraka karena kebenciannya itu. Dan neraka itu bukan tempat siksaan fisik yang sadis dan kejam…, tapi tempat rohani baginya yang disediakan tuhan untuk mengolah diri…, mendengar…., merasakan…., dan menerima hembusan angin kesejukan….; sehingga api kebenciannya musnah menghilang. Sehingga akhirnya…., ia pun dipenuhi dengan perasaan cinta dan sayang. Itulah surga yang sebenarnya.

Rahayu

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed