by

Napoleon “Mencuci Dosa” dan Ingin Membuka Hidup Baru

Oleh : Aru Martino

Beberapa waktu ini publik di hebohkan dengan berita mengenai seorang petinggi polisi (masih aktif) yang berstatus sebagai narapidana kasus korupsi Djoko Tjandra si Napoleon Bonaparte yang menghajar M. Kace seorang tersangka dalam kasus penodaan agama. https://www.kompas.tv/…/bareskrim-irjen-napoleon… Motifnya sudah jelas, katanya ingin membela agamanya yang telah di hina. Ada pro kontra yang terjadi dalam melihat peristiwa tersebut.

Ada yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan Napoleon itu sudah benar. Bahkan Napoleon disebut-sebut sebagai “orang pilihan Tuhan’.Ternyata Tuhan lebih memilih bodyguard ya untuk menghukum seseorang? 🤔 Tapi ada juga yang berpendapat bahwa apa yang dilakukan Napoleon ini salah. Masa agama yang Rahmatan Lil Alamin koq diekspresikan dengan kekerasan, begitu kata yang kontra.Menurut saya aneh memang,Padahal dia sendiri juga sudah mencemarkan nama baik agamanya dengan cara melakukan perbuatan yang tidak terpuji.

Dia ditahan karena kasus penghapusan daftar pencarian orang (DPO) dalam red notice atas nama Djoko Tjandra pada sistem keimigrasian.Saya sendiri secara pribadi melihat apa yang dilakukan Napoleon lebih merupakan sebagai sebuah cara untuk “menghapus dosanya” agar jalan hidupnya di kepolisian yang berpotensi berakhir buruk tidak menghancurkan kehidupannya di masa yang akan datang.

Mungkin saja dia berpikir begini,Dengan membela agamanya, selain Tuhan akan mengampuni dosanya, tentu ada peluang terbuka buat dia untuk berkarir di bidang lain, contohnya sebagai penceramah seperti si Yahya Waloni 😀Begitulah kira-kira pandangan saya soal si Napoleon.

Sumber : Status Facebook Aru Martino

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed