by

Tukijo Berikhtiyar

Oleh : Noor Fajar Asa

Ada 3 orang yang sama sama naik kapal, sebutlah yang orang yang pertama adalah Satimin, orang yang kedua adalah Tukijo dan orang yang ketiga adalah Johan. Satimin di anggap orang sholeh, dia sehari hari guru ngaji, dia di anggap seorang yang ahli agama di lingkungannya tapi walaupun ahli agama beliau sama sekali tidak bisa berenang.

Orang yang kedua bernama Tukijo, ia orang biasa biasa saja, ibadahnya pun biasa saja, tidak ada yg menonjol, walupun jarang ke masjid tapi tetap dia jadi donatur pada yayasan pembina anak yatim tapi sama seperti satimin ia tidak bisa berenang. Orang terakhir adalah Johan, dia orang yang atheis, menolak keberadaan tuhan, dia bekerja sebagai salah satu konsultan Keselamatan, Kesehatan, Kerja ( K3) di sebuah perusahaan ternama, ia cukup mahir berenang.

Di dermaga, semua orang diwajibkan memakai baju pelampung buat keamanan sebelum menaiki kapal. Satimin menolak memakai pelampung, satimin beralasan, pakai atau tidak pakai pelampung toh sama saja, nyawa di tangan Alloh, pakai tidak pakai baju pelampung, kalo mati ya mati saja. Sambil melangkah ke kapal Satimin berdoa _“Bismilahi tawakkaltu alallaah lahawla wala quwwata illa billaah”_ .

Kemudian Tukijo,Tukijo dengan sigap memakai baju pelampung, alasannya sederhana, ia tidak bisa berenang, tapi ia berniat untuk jaga jaga saja sebagai bentuk ihktiyar, sambil memakai baju pelampung Tukijo berdoa _“ Bismilahi tawakkaltu alallaah lahawla wala quwwata illa billaah”_ Akhirnya setelah meraka semua di kapal, kapal berangkat mengaungi lautan.

Tiba tiba baru 15 menit meninggalkan dermaga, ada badai di lanjutkan hujan deras. Kapal terobang ambing ombak besar. Singkat cerita kapal akhirnya terbalik. Karena Johan memakai pelampung dan mahir berenang, Johanes dengan kemampuannya berenang setelah lebih dari 1 jam, kembali ke dermaga, ia memberitahukan pihak terkait, bahwa kapal mereka terbalik dan tenggelam. Pihak dernaga segere menerjunkan tim rescue, setelah lebih dari 12 jam pencarian, di temukan Tukijo yang terobang ambing, walau tubuhnya lemas, tapi selamat dan di bawa kembali ke dermaga, untuk Satimin tidak di temukan. Pencarian di lanjutkan esok hari, Jasad Satimin di temukan mengambang di tengah , tapi sudah tidak bernyawa.

Sikap Tukijo adalah menyelaraskan ikhtiar dengan tawakkal. Seorang muslim diharuskan berusaha mempertahankan diri sesuai kemampuannya. Artinya, seseorang harus berusaha melindungi diri dan nyawanya hingga mencapai batas maksimal yang mampu dia lakukan. Apabila dia telah melakukan hal tersebut, maka orang tersebut bisa disebut telah berikhtiar.Bersama dengan ikhtiar tersebut, seorang muslim juga harus bertawakkal kepada Allah. Keduanya harus dilakukan dengan selaras dan berimbang.

Muslim yang baik adalah muslim yang mampu menjaga tawakkal dan ikhtiarnya dalam porsi yang proporsional. Tukijo walaupun ia beribadah biasa biasa saja , tapi Tukijo menyadari bahwa segala sesuatu harus diusahakan agar bisa diraih. Di sisi lain, doa kepada Allah juga menjadi faktor penentu yang tidak boleh dilupakan apalagi diabaikan. Sehingga, seorang muslim yang baik akan selalu memberikan usaha terbaiknya dalam setiap hal. Bagi Muhammadiyah, Nahdathul Ulama, Dewan Masjid Indonesia, Dewan Dakwah Islam Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, dan ulama ulama lainnya, Sholat berjama’ah di rumah bagi masyarakat yang tinggal di zona merah, sholat Jum’at di ganti dgn sholat zhuhur sampai sholat ied pun dapat di laksanakan di rumah masing masing ialah bentuk rukshoh dalam rangka ikhtiyar untuk semaksimal mungkin menghindari mudhorot , tapi yang berada di sebuah negara belum tentu manusia beriman dan berakal sehat semuanya.

Jika ada orang yg beriman dan berakal sehat tentu ta’at atas kebijakan ulama dan pemerintah .Yang ngotot tidak mau RUKHSOH tapi jadi cuma ingin bikin RUSUH di masyarakat itu sebanarnya adalah di duga syaithon yang menjelma berbadan manusia.Sebagaimana penjelasan dari penjelasan surah an naas.الَّذِىۡ يُوَسۡوِسُ فِىۡ صُدُوۡرِ النَّاسِۙyang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.مِنَ الۡجِنَّةِ وَالنَّاسِdari (golongan) jin dan manusia

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed