by

Gue Ga Lupa Jasa Ahok Di Jakarta

Oleh : Roy Sandy

Pak Ahok dikenal sebagai Gubernur bertangan besi, tangan besi dilakukan kepada orang-orang yang mau membuat Jakarta rusak atau yang mau mencuri hak rakyat atau uang rakyat, seperti para koruptor atau tikus-tikus di DKI. Pak Ahok berusaha membuat Jakarta menjadi kota yang nyaman dan bersih serta menyenangkan bagi warganya. Kalau kita lihat Ahok berupaya warga Jakarta mendapatkan kota yang bersih, mendapatkan tempat-tempat untuk bersantai gratis, meminimalkan banjir, memanusiakan angkutan umum, dan sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa hasil atau kerja nyata yang sudah dilakukan Pak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta :

1. Relokasi Kampung Pulo

Banyak pihak tak menduga akan keberanian Ahok untuk memindahkan warga Kampung Pulo di bantaran sungai Ciliwung. Bahkan aksi relokasi itu, sempat diwarnai bentrokan antara warga dengan aparat. Meski demikian, relokasi telah membuat sejumlah warga berhasil dipindahkan ke Rumah Susun Sederhana Sewa Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Meski kepindahan itu menuai keluhan, mulai tidak ada teralis pada jendela, hingga masalah sarana. Namun, tahap demi tahap perbaikan rusun dilakukan. Hingga kini, warga pun mulai menikmati hunian baru mereka.

2. Parkir Meter/Elektronik

Sistem parkir meter yang menggunakan Terminal Parkir Elektronik (TPE) dimulai pada akhir 2014. Di awal penggunaannya, banyak warga DKI masih bingung. Seiring berjalan waktu, warga mulai terbiasa. Bahkan kebijakan ini mampu mengatasi parkir liar di jalan.Bukan hanya itu, parkir meter kini menjadi salah satu program unggulan yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta. Jika dikelola secara apik, menurut Pak Ahok pendapatan dari parkir bisa mencapai Rp 100 juta per hari. Belum ke Jakarta kalau tidak mengunjungi Monumen Nasional atau Monas. Bangunan setinggi 132 meter ini merupakan salah satu tempat yang akan menjadi incaran para wisatawan dari dalam kota maupun luar kota.

3. Sterilisasi Monas

Geramnya Ahok akan tindak tanduk PKL di Taman Monumen Nasional, membuat pihaknya melakukan strelisasi. Kebijakan itu tak mulus diterima pedagang. Mereka menentang dan melawan atas keputusan itu.Namun begitu, Pak Ahok jalan terus. Dia tak gentar menerima perlawanan dari PKL. Hasilnya, kini mereka yang berdagang di Monas telah dibina Pak Ahok melalui lenggang Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menutup semua akses pintu masuk Monas bagi pedagang kaki lima liar di areal pusat jajanan Lenggang Jakarta. Selain sterilisasi, kini Monas juga ada Air Mansur yang menurut cerita ada dana yang berasal dari kantong pribadi Ahok sendiri.

4. Membuat RPTRA

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) pertama dibangun Ahok di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Menurut mantan bupati Belitung Timur, tujuan utama pembangunan ruang publik ini merupakan langkah DKI Jakarta untuk mewujudkan provinsi yang ramah anak. Ahok meminta anak-anak harus dididik dengan baik di RPTRA. Sebab, banyak RPTRA yang baru dibangun telah dipenuhi sampah.”Anak-anak ini mesti dididik dan BPMPKB (Badan Pemberdayaan Manusia Perempuan dan Keluarga Berencana) harus dibagi tugasnya nih. Enggak mungkin anak-anak main di jalan dan saya minta semua SKPD (satuan kerja perangkat daerah) konsentrasi pikirkan itu,” kata dia.

5. Membentuk PPSU

Melalui Peraturan Gubernur tentang perekrutan para pekerja penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU), Ahok pun membuat sejumlah pasukan yang ditugaskan untuk menangani persoalan darurat dan kecil. Misalnya, seperti pernah diberitakan Liputan 6, membersihkan sampah yang menyumbat saluran air, memunguti sampah yang dibuang sembarangan, menambal lubang kecil di trotoar dengan semen, dan masalah kerusakan pada sarana dan prasarana umum di Jakarta.Dengan seragam oranye, PPSU itupun lalu ditempatkan berdasarkan zonasi tertentu di setiap kelurahan. Satu zona, misalnya, satu ruas jalan atau taman, bisa diisi 2-3 pekerja yang dibagi dalam 2 giliran kerja dari pagi hingga malam. Satu kelurahan akan mendapatkan 40-70 pekerja, tergantung luas wilayah dan jumlah penduduk.Disinyalir berhasil, Ahok pun akan memindahkan Pekerja Harian Lepas (PHL) yang selama ini di bawah dinas menjadi PPSU. “PPSU sudah relatif baik kerjanya, justru kurang orang. Saya lagi berpikir pindahkan PHL Dinas Kebersihan atau (Dinas) Taman ke kelurahan,” tegas Pak Ahok

.6. Wisata Balai Kota

Keinginan Ahok agar warga DKI Jakarta bisa merasakan suasana Balai Kota, membuat dirinya memutuskan untuk membuka Balai Kota sebagai destinasi wisata. Di Balai Kota yang memiliki teras luas ini, warga dapat berwisata sambil melihat keindahan Monas. Bukan sekadar merasakan nikmatnya suasana Balai Kota, Pak Ahok juga berharap warga bisa belajar banyak tempat yang menjadi kantor Gubernur DKI. Di Balai Kota, warga bisa mengetahui berbagai macam informasi tentang Kota Jakarta, mulai dari sejarah gedung Balai Kota, gubernur yang pernah memimpin, sampai perkembangan Kota Jakarta terkini. “Orang pengin tahu Gubernur dulu siapa saja. Ternyata Gubernur dulu ganteng dan cakep. Ada fotonya di dalam, mungkin bisa foto di situ,” ujar dia .Dia pun ingin Balai Kota bisa menjadi tempat nongkrong baru bagi anak muda. Sehingga mereka bisa menghabiskan waktu dengan kegiatan positif. Di wisata Balai Kota, Pak Ahok juga menyediakan tempat gratis bagi pengusaha yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan maupun fashion yang ingin memasarkan produknya.

7. Menyulap Tempat Prostitusi Kalijodo Jadi Taman Kota yang Indah

Sejumlah prestasi Pak Ahok yang layak dikenang dan diyakini akan terus dikenang adalah pembebasan tempat prostitusi yang paling fenomenal di Jakarta selain Kramat Tunggak, yaitu kawasan Kalijodo, dengan mengubah wajahnya menjadi taman kota yang indah. Pada awalnya memang pembersihan Kalijodo ditentang oleh banyak pihak, terutama dari pihak yang diuntungkan dari tempat dagangan lendir itu. Tetapi, dengan pendekatan yang baik, akhirnya proyek itu berjalan sukses dan dapat dinikmati masyarakat.

8. Pembangunan Simpang Susun Semanggi

Simpang Susun Semanggi atau yang dikenal dengan SSS ini, memang merupakan suatu bangunan yang akan sangat dikenang oleh siapa pun dalam menikmati seperti berselancar di jalan di Jakarta. Juga pembangunan Simpang Susun Semanggi, yang dikenal dengan sebutan SSS, yang memang sangat indah dan fenomenal. Hanya orang yang punya sifat iri dan dengki saja yang tidak mengakui keberhasilan Ahok terkait dengan pembangunan SSS ini.

9. Rumah susun atau rusun bentuknya jadi menarik.

Warga jadi ngak ragu tinggal di rusun yang disulap Ahok jadi sekeren ini. Apalagi fasilitasnya dibuat komplit. Salah satunya Rusun Cengkareng yang sangat wow!!!

10. Waduk Pluit dan Waduk Pantai Indah Kapuk.

Kedua waduk ini memang memesona dan makin kece diperbaiki Pak Ahok dan sudah lebih nyaman untuk hang out. Kedua waduk itu tampak lebih bersih, teratur dan sedap dipandang mata sekarang. Tidak lagi malu-maluin

11. Masjid Fatahillah di Balai Kota

Balai Kota Pemprov DKI dulunya tidak memiliki masjid. Hanya ada ruangan di lantai 1 Blok D yang diubah menjadi mushala. Untuk ibadah shalat Jumat pun dilakukan di ruangan Blok G hingga ke beberapa tempat di sekitarnya. Pada tahun 2014, Ahok sendiri yang menyampaikan ide untuk pembangunan masjid tersebut. Ia merasa malu karena di lingkungannya tidak memiliki masjid. Acara peresmian masjid yang dihadiri Ahok Tujuannya membangun masjid tersebut tidak lain agar para PNS-PNS selalu ingat Tuhan. Dengan begitu, mereka pun tidak akan melakukan KKN dan mampu bekerja dengan baik. Masjid yang diberi nama Fatahilah tersebut diperkirakan mampu menampung 1.513 orang.

12. Sodetan Ciliwung untuk Jakarta bebas banjir

Hampir tiap tahun Jakarta memang selalu dilanda banjir. Ingin mengatasi itu, Ahok pun memulai dengan membangun sodetan Ciliwung. Pembangunan saluran yang menghubungkan Ciliwung dengan Banjir Kanal Timur, sehingga beban pun bisa dialihkan ke BKT. Seperti diketahui jika selama ini BKT sering tidak terisi maksimal, sementara Ciliwung selalu meluap saat musim hujan. Proyek Sodetan Ciliwung [image source]Dengan adanya sodetan, sebagian aliaran air bisa dialihkan melalui timur Jakarta dan selanjutnya masuk ke laut wilayah Marunda. Pengerjaan sodetan itu sendiri sudah dimulai sejak tanggal 19 Desember 2013, yang diteruskan di masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama.

13. Renovasi terminal Rawamangun

Tanggal 25 Mei 2015 lalu, Terminal Rawamangun telah selesai direnovasi. Pembangunannya sempat terkendala dengan jalur bus yang berbelok dan terlalu sempit, alhasil bus besar pun tidak bisa masuk. Masalah selajutnya adalah Gedung Sudin Perhubungan Jakarta Timur yang menghalangi jalur bus. Sementara Gedung Sudin juga tak bisa dihapus karena merupakan aset negara. Terminal bus Rawamangun [image source]Dengan menggunakan desain khusus, pada akhirnya terminal bisa diperbaiki mulai Juni 2015 hingga akhirnya bus besar pun bisa memasuki terminal tersebut. Marka jalan juga dibuat agar pengemudi tidak sampai menabrak Gedung Sudin.

14. Pembangunan MRT

Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia, Christianto Wibisono dalam acara talkshow di Kaleidoskop menuturkan bahwa, “Pembangunan MRT sudah ketinggalan 25 tahun dengan negara-negara lain. Makanya saya benar-benar merasakan betul bagaimana Pak Jokowi, Pak Ahok dan Pak Djarot mengebut pembangunan MRT di Jakarta,” jelasnya. Proyek yang dilaksanakan oleh PT. MRT Jakarta ini sudah melaksanakan kemajuan pembangunan yang begitu cepat dalam jangka waktu lima tahun terakhir. Pembangunan MRT ini juga diketahui sudah mencapai 80 persen dan akan beroperasi pada awal tahun 2019.Pembangunan MRT pertama kali dibuat dengan rute Bundaran HI-Lebak Bulus dan rencananya pada awal tahun 2018 akan memperluas rute pembangunan Fase II ke Bundaran HI-Kampung Bandan. Walaupun dampak pembangunan membuat sejumlah warga mengeluh akibat kemacetan yang ditimbulkan karena penyempitan jalan, tak membuat antusiasme dan dukungan warga pupus untuk menyambut jenis transportasi baru di Jakarta.

15. Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar

Di awal periode masa jabatannya sebagai Gubernur DKI, Jokowi menggulirkan program jaminan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat yang tidak mampu. Seperti Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang diresmikan pada November 2012, mampu menggratiskan warga yang membutuhkan rawat jalan, rawat inap dan berobat. Jokowi sempat membagi-bagikan KJS ini dengan gayanya yang khas, blusukan. “Saya waktu itu ke RSCM, mau ngobatin anak saya pake kartu dari Pak Jokowi itu bisa kok, ya bawa KTP sama KK sih buat jaga-jaga,” ujar salah satu warga yang hadir di acara Kaleidoskop, Tursina. Ia juga menuturkan bahwa KJS ini mampu memudahkan akses kesehatan ke sejumlah rumah sakit, yang dahulu birokrasinya sangat berbeli-belit.Tak hanya KJS, Jokowi juga menggulirkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) pada Desember 2012. KJP merupakan program untuk memberikan pendidikan bagi warga yang tidak mampu dengan minimal dibiayai penuh dari dana APBD Pemprov hingga tamat SMA/SMK. Selain itu mereka juga mendapatkan akses naik bis Transjakarta secara gratis. Namun karena sempat disalahgunakan, KJP akhirnya diterapkan melalui sistem Electronic Data Capture (EDC), agar siswa bisa membeli peralatan sekolah. Sehingga uang dari KJP tidak dicairkan melalui dana tunai.

16. Kampung Deret

Pemukiman kumuh yang menjadi permasalahan ibukota selama bertahun-tahun sempat dibenahi oleh Jokowi dan Ahok saat menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Pada 3 April 2014, Jokowi meresmikan 4 kampung deret siap huni yang berada di Petogogan, Pasar Minggu, Cilandak dan Gandaria.Ia menyambangi kampung deret Petogogan untuk melakukan peresmian secara simbolis dan memberikan 5 Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) kepada 5 pemilik rumah.Ketua RT 12 di Petogogan, Dwi Hayuning menuturkan, “Kami sebagai warga senang sekali dengan renovasi ini, bikin kehidupan kami lebih layak lah. Karena sebelumnya disini kumuh banget,” ujarnya. Walaupun bangunan-bangunan rumah telah berdiri kokoh dan difasilitasi dengan musholla, penerangan jalan yang memadai, penghijauan taman serta taman bermain anak, namun hingga kini warga masih menunggu janji Jokowi untuk memberikan SHGB kepada mereka. Gubernur Jakarta, Djarot juga belum sempat menyelesaikan permasalahan ini lantaran masa jabatannya yang sudah berakhir.

17. Revitalisasi lapangan banteng

Dari akun Instagram itu Tim BTP menjelaskan terkait sejarah Lapangan Banteng yang dahulu pada zaman Belanda, tempat ini disebut dengarLapangan Singa.Lalu di tahun 1960 dibangun sebuah Monumen Pembebasan Irian Barat dan pada tahun 1970 lapangan tersebut dialihfungsikan menjadi terminal bus. Setelan lama tidak ada perubanan, di era, kepemimpinannya, mantan Gubernur Ahok melakukan penataan ulang kawasan tersebut. “Beliau melakukan revitalisasi Lapangan Banteng menjadi taman yang lebih megah yang sebentar lagi akan segera diresmikan Gubernur DKI Jakarta saat ini dan bisa dinikmati oleh semua pihak,” tulis Tim BTP melalui akun resmi Pak Ahok. Selain memuat sedikit informasi Lapangan Banteng, postingan itu juga membubuhkan tagar soal Ahok yang kepikiran tentang lapangan Banteng? Namun, nitizen diminta untuk bersabar untuk menunggu jawabannya pada tanggal 16 Agustus mendatang.“Kenapa ya #KOKAHOKKEPIKIRAN lagi tentang, Lapangan Banteng? Penasaran? Sabar ya, tunggujawabannya pada tanggal 16 Agustus 2018,” tutupnya.

18. Pemberantasan Korupsi

Sebelumnya para tikus kantor dan tikus negara bebas merdeka menggerogoti pundi-pundi uang rakyat dengan dalih berbagai proyek yang bisa direkayasa. melalui Proyek di APBD dan APBN yang ada di Pemprov DKI. . Penjahat-penjahat berdasi tersebut sebelumnya bisa berpesta terus menerus.Semenjak Ahok menjadi Gubernur DKI, sudah banyak pejabat pemprov penggerogot proyek tersebut yang di ajukan Ahok ke KPK, ada juga yang di non “ Jobkan” , dan untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi Korupsi , Ahok juga Kemudian mengadakan lelang jabatan Camat, Lurah dan Kepala Sekolah yang targetnya setidak tidaknya membuat takut oknum pejabat pemrov bemain main dengan anggaran dan pelayanan publik bertambah baik.Dan masih banyak lagi karya Pak Ahok yang patut Kita banggakan…

Sumber : Status Facebook Roy Sandy

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed