by

Ketika Wakil Rakyat dan All Politikus Tak Peduli

Oleh : Rudi Amijaya

RCCN : Mereka semua tidak punya RASA MALU..!!! “Rakyat langsung ketemu Presiden”. Kasus poster di Blitar yang dibentangkan oleh Suroto peternak asal blitar adalah contoh buruk dan macetnya KOMUNIKASI dari RAKYAT kepada PRESIDEN. Boroknya birokrasi dan bobroknya mental para politikus yang selama ini tertutupi. inilah borok yang selama ini tertutupi, mereka yang katanya para wakil rakyat yang harusnya menyampaikan aspirasi rakyat, malah sibuk dgn urusan diri sendiri dan urusan kelompoknya.. ironi😭..

WAKIL RAKYAT hanya SLOGAN saja.. alias PEMBODOHAN. Ada beberapa sebab paling tidak diantaranya adalah : Pertama : Iner cyrcle Presiden yang menyaring informasi sedemikian rupa demi mengamankan kepentingan diri dan kelompoknya sehingga Presiden mengalamami efek kaca buram “tidak mampu melihat jernih dari ketinggian”.

Kedua : Oposisi yang lemah dan tdk dewasa, karena selama ini yang disuarakan bukan kepentingan rakyat, tapi kepentingan dirinya, mereka terus mengembangkan olok olok, nyinyir, penghargaan dari anak ke bapak, dari bapak memuji anak. Sementara harga telur yang ambruk sebodo amat, ia hanya berkutat memikirkan kekuasaan untuknya kelak. Ketiga : Kaum yang menamakan dirinya merdeka, juga sama percis hanya bersuara sekitar sakit hatinya, mereka begitu reaktif ketika rumah Rocky Gerung akan digusur pihak swasta bahkan rela saweran sebagai bukti solideritas, supaya terlihat gagah maka mereka mengembangkan sedemikian rupa “ini adalah kelaliman penguasa”.

Sementara peternak menjerit sama sekali bukan urusannya, bahkan utk hanya sekedar menyalurkan suaranya. Ke empat : Perwakilan resmi rakyat yang bernama DPR, uang aspirasi 5 x 450 juta pertahun entah digunakan untuk menyerap aspirasi siapa. Jika petani kesusahanpun mereka tak peduli. Lembaga wakil rakyat ini sudah lama mandul padahal diantara isinya ada Fadli Zone, Desmon Mahesa, Adian Napitupulu, dulu ada Fahri Hamzah, dll, mereka orang – orang yang cerdas, yang dulu bersuara keras utk rakyat.

Kini kerasnya hanya nyinyir tak substantif sama sekali atau bahkan diam. Diam mungkin sudah nyaman.!! Kita justru terperanjat dgn suara Kris Dayanti seorang artis yang mempertanyakan “Gaji DPR besar sekali -/+ 5 miliar, untuk apa…?Dulu KD dianggap tdk kompetent karena hanya artis, tapi nuraninya ternyata waras. Rakyat selama ini buntu alias mentok untuk menyampaikan aspirasinya, hingga akhirnya rakyat sendiri yg membentangkan poster, itupun ditangkap polisi macam orba dulu, untungnya Presiden bertindak tepat dan cepat dgn memanggilnya ke istana. Rakyat : “Saya minta maaf pak sudah mengganggu dgn membentangkan poster”.

Presiden Jokowi : “kalau bukan karena kamu membentangkan poster saya tidak tau apa yang terjadi di bawah”, sebuah dialog memgharukan antara Rakyat dgn Presidennya karena kegoblokan 4 komponen di atas. Rudi Ajay : I hope.. para wakil rakyat yang tidak amanah akan menuai apa yang mereka tanam. Karma buruk akan datang dimasa tua kalian semua.. Insya Alloh..Tuhan maha mendengar, melihat dan mengetahui.#RakyatCerdasCintaNKRI(RCCN)🇮🇩

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed