by

Membawa Pulang Pembuat Rusuh

Oleh : Karto Bugel

Dengan cara bagaimanakah benteng kokoh dan kuat itu runtuh? Dulu, kokoh dan kuat benteng pertahanan kota Troya telah pernah membuat negara super kuat seperti Yunani frustasi. Segala cara mereka gunakan. Puluhan teori perang mereka praktékkan. Namun jangankan membuat benteng itu runtuh, menembus nya saja itu tek pernah terjadi.Sepuluh tahun sudah usaha menaklukkan Troya seperti sebuah ke sia-sian. Tak ada sedikit pun tanda-tanda menunjukkan bahwa kehancuran Troya dapat dilakukan oleh Yunani. “Adakah perkasa sebuah benteng pertahanan benar tak memiliki titik lemah?”

Ketika penambahan jumlah pasukan tak membuat Yunani menjadi lebih perkasa, ketika penambahan alat gempur militer tak juga membuat benteng itu bergeming, akal adalah jalan keluarnya.Pura-pura mundur sebagai akibat frustasi, ribuan pasukan Yunani meninggalkan gelanggang peperangan. Mereka juga meninggalkan replika patung kuda raksasa sebagai lambang keperkasaan pasukan Yunani. Sorak sorai gembira dalam eforia berlebihan warga Troya karena mampu mempecundangi pasukan Yunani yang terkenal sangat perkasa membuat mereka lengah. Patung kuda raksasa yang ditinggalkan oleh pasukan Yunani hanya dimaknai sebagai patung belaka. Bukan rasa curiga, bukan mempertanyakan kenapa patung sebesar itu tak dibawa pulang oleh pasukan Yunani, warga Troya justru membawa masuk patung raksasa itu ke dalam kota.

Mereka membawa pulang para musuh yang bersembunyi dalam patung kuda raksasa itu.Secara metaforis, istilah “kuda Troya” mengacu kepada tindakan tipu daya. Itu cerita epik tentang korban yang mengundang musuh ke tempat yang seharusnya terlindungi. Ingat program komputer jahat yang menipu pengguna agar mereka secara sukarela menjalankan program tersebut dan maka dijuluki “Trojan horse” atau “Trojan”?

Pada keindonesiaan kita saat ini, cerita itu sangat masuk akal kita gunakan. Pancasila dan UUD 45 sebagai benteng kokoh dan kuat pelindung Negara Kesatuan Republik Indonesia telah terbukti kekuatannya. Lihat saja Balkan, berapa banyak negara bubar di sana? Lihat kawasan Arab, berapa banyak negara tercabut dari identitasnya? Pada dua kawasan itu, campur tangan militer asing baik langsung maupun tidak langsung terbukti telah meluluhlantakkan banyak negara. Kepentingan asing, terbukti dapat dapat dengan mudah menembus benteng pertahanan negara-negara pada kawasan itu. Mereka tak memiliki benteng sebagus Troya.

Tidak dengan Indonesia yang seharusnya justru memiliki potensi untuk pecah dan kemudian terbelah. Ada banyak suku, bahasa dan agama sebagai pemicu bagi keterpecahan bangsa ini memiliki kesempatan. Seperti benteng Troya, Pancasila dan UUD 45 mengikat erat bangsa besar ini dan membentengi mereka dengan kokoh. Sama seperti warga Troya, kini para penduduknya, sebagian dari warga Indonesia, terlihat sedang membawa pulang kawanan musuh. Sama dengan benteng Troya yang kokoh dan kuat, Pancasila dan UUD 45 hanya akan dapat diruntuhkan dari dalam. Dari keterlibatan warga negaranya sendiri bukan kekuatan asing dalam rupa militer.

Tiba-tiba, banyak LSM tak berlandaskan Pancasila boleh berdiri. Ada partai politik yang secara benderang dan bangga tak mencantumkan Pancasila sebagai dasarnya. Tiba-tiba, nyaring suara hujatan pada Pancasila yang terdengar sangat menyakitkan dengan diletakkan di pantat tak serta merta membuat si pengucap diproses hukum karena dia adalah sosok panutan segilintir orang. Ya, banyak saudara kita sendiri telah membawa pulang musuh demi menghajar Indonesia kita dari dalam. Benteng kuat kita sedang dibuat runtuh dari dalam….RAHAYU.

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed