Gejala Long Covid, Saya Hampir Botak

Oleh : Jumrana Sukisman

Dua orang teman japri via WA. Keduanya penyintas Covid19. Mereka ngajak sharing tentang pengalaman setelah menderita Covid19. Keduanya seperti saya, mengalami gejala yang parah. Seorang diantaranya hampir bersamaan dengan saya terjangkit virus ini. Nah saya kira semua udah pada tahu Kalo ada beberapa efek dari Covid19 yang diderita penyintas setelah sembuh 3-6 bulan, yaitu kelelahan, sesak nafas, pusing, dan nyeri sendi. Gejala ini disebut gejala long Covid19. Ternyata bukan itu saja, rambut rontok adalah salah satu gejala long Covid19.

Saya mengalami itu pada pertengahan Maret lalu. Gejala ini juga dialami oleh 2 teman yang menjapri saya. Suatu hari bangun subuh, setelah wudhu saya menyisir rambut dan terkejut melihat segumpal rambut tertinggal disisir. Saya lalu mengusap rambut dengan kedua tangan, lagi-lagi ada segumpal rambut di masing-masing tangan. Saya panik. Ini nggak biasa. Pikiran udah aneh-aneh aja.Besoknya masih terulang hal yang sama. Lantai kamar tidur udah bertebaran aja rontokan rambut. Stress dengan kondisi ini, beberapa hari kemudian saya ke salon untuk potong rambut. Pikirku klo rambut pendek akan mudah untuk diurus dan treatment.

Saya sempat komplen ke dokterku, jangan-jangan ini efek penyinaran saat fisioterapi setiap Minggu. Tapi dokter bilang, rambut rontok bukan efek samping infra red.Saya Googling di internet, gak ada penjelasan signifikan, hanya ditulis bahwa rambut rontok biasanya karena diet ketat, berat badan yang turun drastis, dan sudah sakit parah. Kecuali tentu saja yang bermasalah dengan kulit kepala. Saya curiga kalo ini ada kaitannya dengan baru sembuh dan berat badan yang turun sampai 8 kg. Saya kemudian mengganti samphoo dengan sampho bayi yang mengandung seledri dan kemiri. Kenapa saya pake samphoo bayi ? Karena hampir semua shampo bayi untuk menyuburkan rambut dan melebatkan rambut. Selain itu formulanya lebih ringan.

Saya juga share masalah rontok ini di grup yang ngebahas soal kecantikan (waktu itu saya masih menyangka ini disebabkan Karena saya suka ngecat rambut) dan saya disarankan untuk menggunakan minyak kemiri. Oh ya, saya semakin panik saat suami bilang, “Bun kulit kepalamu semakin kelihatan”. Oh ya Tuhan jangan sampai saya botak.

Saya kemudian menonton d TV One kalo gak salah, salah seorang narasumber menyebut rambut rontok sebagai gejala long Covid19. Saya cari di internet dan mendapatkan beberapa artikel yang membenarkan hal itu. Saya lanjut nyari minyak kemiri. Minyak yang bener-bener ngobatin rontok. Akhirnya saya cari di Market place Kendari dan dapet Minyak Kemiri yang benar-benar cocok. Baunya jangan tanya, Dzaky bilang seperti bau kayu bakar gosong, sambil melipir jauh2.

Makanya kalo udah keramas saya pakai hair lotion bayi. Efek pemakaian, 2 Minggu rontok sudah berkurang. Kalo usap rambut atau sisiran paling hanya tertinggal 2 lembar 3 lembar doang. Saya jg mengkonsumsi minuman mengandung kolagen sudah 15 hari. Menurut yang saya baca, kolagen juga dapat menguatkan ajar rambut dan membuatnya subur. Setelah habis 30 sachet, kini rambut saya benar-benar tidak rontok lagi, meskipun ditarik gak ada yang tercabut. Jadi klo ada yang pernah menderita Covid19 dgn gejala parah lalu mengalami rambut rontok, mungkin itu Gejala Long Covid19. Hadapi dengan santai dan jangan panik. Pengalaman saya mungkin bisa membantu.

Sumber : Status Facebook Jumrana Sukisman

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *