by

Mereka Mengingatkan Atau Mempermalukan Gus Miftah

Oleh : Abdulloh Faizin

“Menetralisir cacian hujantan di bulan puasa itu sangat penting dan perlu di ingat ” kita tidak lebih baik dari Gus Miftah “Barangkali petuah yang sesuai untuk mereka adalah kutipan apik nan indah dari imam Syafi’i.“Barangsiapa menasehati saudaranya dengan sembunyi-sembunyi, berarti ia telah menasehati dan mengindahkannya. ” Barangsiapa menasehati dengan terang-terangan, berarti ia telah mempermalukan dan memburukkannya. (Shahih Muslim Bisyar An-Nawawi (2/24)).

Kalau anda mencintai memulyakan ketokohan Habib Umar Al hafidz, Habib Ali Aljufri، Habib Ahmad Jindan. maka selayaknya anda merasakan kearifan dan kebijakan kalam beliau tentang dakwah di gereja. dan anda tidak akan menjadi fobia dan terus menghujat para pendakwah yang masuk diruang non muslim untuk menyakinkan mereka. Puasa ini harus kita isi dengan ruang kasih sayang tanpa cacian.

Kebijaksanaan memandang tetrikal dakwah itu penting apa metodenya dan bagaimaima implementasi serta implikasinya. Resistensi dakwah itu mesti ada jangankan digereja di mimbar mimbar Agama pun tidak lepas dari hujatan dan cemoohan dan hinaaan yang tak terbatas bahkan tak bertepi dari orang yang tak paham haliyah dakwah yang sebenarnya.Dakwah Gus Miftah seharusnya disikapi dengan cerdas, bukan dengan hujatan nyiyiran dan ketidak sukaan. karena beliau juga manusia yang tidak mashum yang tidak lepas dari berbuat kesalahan dan itu terjadi pada diri kita selama selama kita masih ternisbat sebagai manusia. ada 3 kelompok yang menanggapi dakwah Gus Miftah.

Kelompok pertama.Miris yang dianggap ngalim dan berilmu menjadi publik figur dan ditokohkan ummat saja kadang masih belum mampu mengartikulasikan nasehat dengan tannpa menggurui walaupun berawal dari niat baik tapi ujung realitas medsosnyapun bermasalah karena karena kesalahan bangunan diksi kalimatnya yang provokatif dan cenderung mendiagnosa kesalahan dengan kemarahan penghakiman saja.Harusnya yang merasa tokoh berfikir seribu kali untuk tidak melemparkan stitmen keharaman dakwah Gus Miftah digereja itu apalagi menebarnya dijagat online tentang persoalan yang umum yang kontradiktif dengan bahasa agitatis.

Padahal justifikasi stitmen itu akan melemahkan kedewasaan berfikir dan merapuhkan bahkan tidak menghargai perbedaan pendapat yang ada. atau bisa juga mengantisipasi pendapat Ulama muktabar yang membolehkan dakwah di gereja itu. Jadi arti artinya para tokoh itu tidak boleh memegang otoritas egonya sendiri. lalu bagaima nilai kasih sayang terhadap umat dan dimana originalitas kearifan dan kebijaksanaan Ulama dulu yang harus dipegang sampai hari ini ? hari ini butuh ulama peneduh dan kasih sayang menyegara Bagi umat sehingga dakwahnya menyenangkan bukan cacian dan emosional. kalau ingin bijak panggil aja gus Miftah suruh dolan ke pondok layak bapak nuturi ke anak beliau lebih senang itu lebih selamat.

Mengingatkan atau menghakimi dan mempermalukan ini ?Kelompok kedua.Kelompok kedua tak kalah nyiyirnya yang mengaku santri setelah dengan mengandalkan ilmu yang masih hangat dan dengan semangatnya menguliti serta mengelupas bacaan kitabnya Gus Miftah, sah saja menapakkan keilmuan itu tapi harus dipahami Irgensi tujuanya utamanya sebenarnya sudah tercapai hanya saja sedekit bacaan mungkin ada silaf dan itu tak perlu dibesar untuk menterkenalkan diri menjadi superior dan menyalah nyalakan beliau seakan pinter sediri itu namanya kepongahan. terus mana jiwa santri yang andap Asor menyampaikam jawaban dengan lemah lembut dengan merasa benar ?

ingatlah sabda Nabi iniمَنْ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءُ أَوْ يُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءُ أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوْهَ النَّاسُ إِلَيْهِ أَدْخلَهُ الله جَهَنَّم.Artinya: “Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk mengejek para ulama atau untuk membuat perselisihan dengan para Fuqoha atau untuk membanggakan diri dihadapan manusia maka Allah akan masukkan ke dalam Neraka Jahannam”.kalau ingi baik baik ngomonlah dengan beliau pasti belia menerima..Mengingatkan atau menghakimi dan mempermalukan ini ?

Kelompok ketiga.Mereka yang mencaci Gus Miftah adalah memang mempunyai tarjet mempermalukan dan membunuh karakter Gus miftah yang dianggap representasi dan kiyai NU dengan cara yang lazim digunakanya. menyebarkan stigma buruk dan mempolarsisi kebecian terhadap beliau di lini medsos agar kehormatan semakin pudar dan ummat membenci serta menjauhinya.Semoga kita terhindar dari jebakan itu dan kita husnudzhan kepada kiyai yang berdakwah dalam kearifan dan kebijaksanaan tanpa caci maki dan kita tidak lebih baik dari beliau, maka berkhusnudhanlah supaya hidup kita tentram.

Sumber : Status Facebook Abdulloh Faizin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed