by

Melawan Narasi Covidiot

Oleh : Santi Indra Astuti

Ini yang saya sebut COVIDIOT statements:- yang penting bahagia, imun meningkat, COVID pasti hilang, nggak mempan. Astaga, pembenaran macam apa ini. Dipikir yg ketularan Covid itu kurang bahagia apa? Sampai gak punya imun tubuh? Jangan sok2an filosofis romantis cemen kek gini lah hanya karena takut jarum suntik

Kenapa ya menjelang sekolah dibuka (atau Lebaran, Tahun Baru, Liga Olahraga, apa ajalah you name it) angka penderita COVID selalu naik? Gusti. Susah benerrrr ngasih tau atau menerima kenyataan di mana ada interaksi yang dodol tanpa atau longgar prokes, di situ ada penularan yg potensinya warbyassak? Cageur, bray?

– Covid nggak bakalan ilang selama masih ada dana. Ada dana, ada COVID. Gini yah. Bahwa ada aja yg cari kesempatan dlm kesempitan, itu benarrrr… Penyakit korupsi emang kronis, negeri berflower gitu loh. Ayok, blow up! Lawan! Tapi lantas menyimpulkan Covid adalah permainan konspirasi jadi aslinya mengada2, ckckck… Tulung jangan overdosis sumber bacaan gak jelas alias hoaks. Dan, yakkk pilem (science fiction) mah pilem aja, jangan jadikan korpus pengetahuan, apalagi Kitab Suci. Penistaan itu namanya.

– Divaksin enggak divaksin, tetap kena Covid. Ya, ealah, resiko tetap ada. Tapi seenggaknya yg udah divaksin enggak separah yg enggak divaksin. Gih, baca referensi yg bener. Banyak kok.

– Yang kena COVID lebih banyak yang taat prokes. Doh, modus cari pembenaran tingkat dewa. Lha wong jaga prokes aja masih beresiko kena kalo sekelilingnya los aturan, apa lagiiii yang gak jaga prokes. Buktinya buanyaaakk, yg mau bersuara segelintir.

– Orang gila enggak kena Covid. So what gitu loh? Situ mau ikutan jadi gila biar nggak kena Covid? Lieur. Sama aja 11 – 12 dengan yang diomongin.

– COVID cuma flu aja, obatin ndiri, beres. Apaan sih pake digede2in gitu. Okehhh. Saya tarik napas heula. Sok, ngomong geura sama para korban COVID yang parah. Ngomongggg sana sama yang kehilangan anaknya, ortunya, paman bibi, sahabat2nya, tetangganya, ngomong langsung jangan beraninya mbac*t doang di medsos aja. Dare to do?

– Yang mati karena demam berdarah, malaria, tsunami, gempa, kecelakaan lalin, patah hati, sok apalagilah ya, masih lebih banyak ko jumlahnya. Kenapa sih ribed amat sama Covid? Bujud. 177, 807.396 kena Covid, 3.848.825 juta mati, kagak dianggap? Gak punya hati, gak punya kemanusiaan.

Well, ada lagi?Saya bodoh, tapi nggak mau jadi covidiot. Nyusahin umat pisan. Covidiot kek gini jgn didiemin. Lawan. Saatnya speak up. Biar orang tau, para Covidiot berisik itu jumlahnya gak seberapa dibandingkan yang waras. Jangan biarkan para Covidiot merajalela!#lawancovidiot

Sumber : Status Facebook Santi Indra Astuti

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed