by

Gara-Gara Cuitan Ceriwis, Cholil Nafis Dibully Abis

Oleh: Supriyanto Martosuwito

Cholil Nafis sesungguhnya orang terhormat. Di laman Wikipedia, nama panjangnya ditulis K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc, MA, PhD. Biasa disapa Kyai Cholil atau Ustad Cholil. Dia Ketua MUI Pusat 2020-2025, Rais Syuriyah PB NU 2022-2027, dosen UIN Syarif Hadayatullah dan Universitas Indonesia, serta Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah, Depok. Kelahiran Madura 1 Juni 1975.

Tapi – gara gara “ceriwis” pada lawatan Presiden Jokowi di Amerika Serikat, dan menyambangi kantor Elon Musk – CEO Tesla – selain berjumpa Joe Biden dan sesama kepala negara ASEAN – hari hari ini, Cholil Nafis dibully ‘abis’. Dikecam kiri kanan. Bahkan dia mendapat nasehat gratis dari netizen di Twitterland.

Bermula KH Cholil Nafis mengunggah cuitan di Twitter: “Uang kadang lebih kuasa dari jabatan. Petinggi negeri ini ketika ke Amrik menemui @elonmusk krn dia berduit. Jd kaya itu penting bahkan kdang lebih penting dari kekuasaan. Baiknya bisa kaya dan berkuasa utk kebaikan. Namun lebih tinggi lagi klo berilmu yg itu bisa kaya n kuasa,” tulis @cholilnafis.
Postingan bernada nyinyir dan menyindir itu langsung direspon pemilik akun Aki Tulalit dengan pertanyaan, “Mas @cholilnafis ini berdakwah, bergibah atau menyampaikan cara pandangnya sendiri bila ketemu orang yang punya uang?”

“Sebagai pemimpin, Pak Jokowi melihat Elon Musk sebagai peluang karena ilmunya. Sementara Ketua Bidang Dakwah MUI malah melihat uang..”

Alih alih dapat pujian, ulama, dosen dan kyai haji ini malah dapat nasehat dari netizen.
“Mending Anda mengadakan revolusi mental di MUI, yang kata GusMus: MUI itu Makhluk Apa? “ tulis akun Lady Zeebo.

“Seharusnya kata2 GusMus itu jadi catatan utk memperbaiki diri (MUI) bukan memperbesar cengkeraman MUI, ” tambahnya.

“Namanya juga MUI (Majelis Uang Indonesia), segalanya harus terukur dan diukur dari uang…” sambar akun elon Muk @0rang,

Akun Mazgie_2021@2021Mazgie pun ikutan, “Kulkas kalo dilabeli halal maksudnya apa…cat dilabeli halal maksudnya apa…UANG…DUIT…”

@cholilnafis – Mending minterin orang bodoh drpd benerin orang pinter .

Cholil Nafis dapat gelar ‘Lc’ dari Ibnu Sa’ud Islamic University, Jakarta (1996-2000) dimana di tahun yang sama juga meraih gelar ‘S.Ag’ dari Sekolah Tinggi Agama Islam Az-Ziyadah Jakarta. Sedangkan gelar ‘MA’ didapat dari Program Pascasarjana UIN Jakarta (2001-2003) . Gelar ‘PhD’ diperoleh dari University of Malaya, Malaysia (2008-2010). Konon Cholil juga pernah mengikuti program ‘postdoctoral’ di Universitas Al-Khamis Rabath, Maroko 2013. Cukup mumpuni.

“Dr tweet anda telihat anda menganggap diri anda lbh berilmu & memandang Elun Musk kaya tapi tak berilmu…” tulis Jenahara @serojamerah.

“Tapi dia bisa ngasi pekerjaan jutaan orang tanpa memandang bangsa maupun agamanya. Coba skali2 Anda melihat ke dlm diri anda sendiri.”

Akun Solitude@Pioner Doan membalas, ” Mikir deh, kira2 bakal nemuin EM gak kalau dia bukan faunder dan owner Tesla & SpaceX Tesla butuh baterei untuk mobil listriknya sementara SpaceX banyak kemungkinan yg bisa dikerjasamakan karena lokasi kita di khatulistiwa. Anda seorang dosen gagal untuk mikir ini? “

ILMU DAN ADAB. “Saya gak punya ilmu tapi saya punya malu. Maka saya tidak berani nyinyir kepada seorang yang bisa jadi Presiden di negara ini..” sindir netizen lainnya.
“Bapak tahu Paypal? Tesla, SpaceX? Klo Elon gak berilmu gak mungkin bisa bikin itu smua. Elon bikin itu makanya berduit “ tulis Ben@Benwaspada.

Elon Musk memang tokoh bisnis yang dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia dengan aset mencaai Rp.4 ribu triliun – menurut Bloomberg. Namun dunia tak mengabaikannya sebagai “orang berilmu”. Dia arsitek produksi Tesla, Inc.; produsen mobil listrik, panel surya, dan baterai mobil listrik Amerika untuk mobil dan penyimpanan listrik rumah. Dia penggagas transportasi luar angkasa dan transportasi antar kota ‘Hyperloop’ yang memangkas waktu perjalanan dengan kecepatan setara pesawat, melalui terowongan.
Elon Reeve Musk juga juga pendiri Neuralink, perusahaan yang merancang perangkat “mirip mesin jahit” yang mampu menanamkan benang sangat tipis (dengan lebar 4 hingga 6 μm) ke dalam otak, mendemonstrasikan sistem yang membaca informasi dari tikus laboratorium melalui 1.500 elektrode, serta mengantisipasi untuk memulai eksperimen dengan manusia.

Jangan lupakan, bahwa Elon Musk adalah pemilik Paypal, jasa transaksi keuangan online yang populer di kalangan netizen di seantero dunia juga di Indonesia.

Dengan menginvetasikan ratusan dollar di bisnis yag sarat teknologi tinggi, bagaimna sarjana ekonomi Stanford Unuversity ini dianggap “bukan orang berilmu”.
Seolah olah “orang berilmu” hanya ulama dan agamawan saja.

ANEKDOT PINTU SURGA. Pada saat menulis postingan ini, saya mendengar kajian Gus Baha tentang orang kaya.

Menurut Gus Baha, sepelit pelitnya orang kaya, dia bayar UMR sama banyak pegawai, menggaji sopir, pembantu dan staf di kantornya.

Orang kaya yang punya karyawan ribuan menghidupi ribuan orang juga dan keluarganya.
Lalu dia cerita tentang nasib orang kaya di depan pintu surga. Dikisahkannya, ada tiga orang berebut di depan pintu surga, masing masingnya merasa paling berhak masuk duluan. Mereka adalah orang kaya, orang yang berjihad dan orang miskin yang taat ibadah.
“Saya kaya, menghidupi banyak orang dan banyak beramal. Maka saya berhak masuk surga duluan, ” kata si Kaya.

“Saya berjihad di jalan Allah. Surga disediakan untuk saya. Maka saya berhak duluan, ” sambut Jihadis.

“Saya orang miskin. Allah sayang sama orang miskin. Maka saya berhak duluan ” ujar si Miskin.

Di belakang mereka, Malaikat melihat orang berilmu, Ulama. Lalu malaikat menanyakan kepada orang orang itu : “Siapa yang bilang, orang kaya berhak masuk surga duluan ? “
“Ulama!” jawab si Kaya tegas.

Pertanyaan yang sama ditujukan kepada si Jihadis dan si Miskin. Siapa yang bilang kalian berhak masuk surga duluan?

Dua duanya menjawab, “Ulama”.

Lalu Malaikat mendatangi si Ulama. “Mereka ternyata sepakat. Silakan Bapak Ulama masuk surga duluan”

Ulama dengan wajah malu dan tak enak berbisik pada Malaikat:
“Tapi saya bisa jadi Ulama gara gara masuk pesantren dan kuliahnya dibiayai sama si Bapak Kaya itu!”

Terdengar suara jemaah ketawa ngakak..

Kita sama sama tahu, para ulama – utamanya yang di MUI – sibuk jualan ayat dan cari uang dari sertifikat halal. Dapat banyak uang dari pengusaha, dari orang berduit. Orang orang kaya.

(Sumber: Facebook Supriyanto Martosuwito)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed