by

Tentang Negara Gagal VS Bangsa Gagal

Oleh : Arya Hadi Darmawan

Pagi ini ada seorang mahasiswa S1 yang meminta penjelasan ke saya tentang “apa bedanya dua konsep dalam ilmu sosial: 1. negara gagal (failed state), 2. bangsa gagal (failed nation)”. Kata si mahasiswa itu, ia perlu bertanya karena katanya Indonesia mengalami salah satunya. Reaksi saya “what are you saying?” Indonesia mengalami salah satu dari dua kegagalan itu?

Wah pagi-pagi, mahasiswa ini sudah berat mengajak diskusi saya. Saya harus meladeninya, karena jika tidak maka pikiran dia akan tersesat dan ia terpuruk oleh keyakinan yang melenceng kemana-mana.

1. Negara gagal (failed state) – apakah itu?Baiklah saya berikan definisi saja agar ringkas, ini definisinya ya wahai mahasiswa. Saya gunakan ensiklopedia britanica untuk menjawabnya. Kita mulai dari apa itu “state atau negara”. Sebuah negara dipahami sebagai “a form of human association distinguished from other social groups by its purpose, the establishment of order and security; its methods, the laws and their enforcement; its territory, the area of jurisdiction or geographic boundaries; and finally by its sovereignty”.

Jadi sebuah negara itu ada perikatan manusia-manusia (manusia rasional tentunya) yang bericiri (sosio-budaya) yang khas terkait bagaimana mereka mencapai tujuan hidup yang dibangunnya. Di dalam perikatan manusia-manusia itu ada bangunan ketertiban dan keamanan yang dibangun & dipelihara, ada hukum yang dibangun, dijalankan dan ditegakkan secara efektif, ada wilayah yang terpelihara dengan batas yang jelas dan dihormati pihak lain. Ujungnya maka kumpulan orang/manusia dalam ikatan itu tadi beserta dengan wilayah, kelembagaan & hukumnya itu akan membangun sebuah kedaulatan. Kedaulatan yang diakui oleh pihak lain.

Jika sebuah negara dikatakan gagal (failed state), maka negara itu runtuh semua aspek yang disebut di atas. Hukumnya lumpuh, wilayahnya tak diakui pihak lain, ketertiban tercerai-berai, dan kedaulatan tak ada lagi. Saya tanya kemudian kepada sang mahasiswa: “apakah Indonesia sedang mengalami krisis kelumpuhan hukum, ketertiban dan kedaulatannya tak diakui oleh pihak lain”? Si mahasiswa menjawab: “tidak pak. kita bahkan Indonesia sangat tertib dan berdaulat”.

Lalu saya katakan baiklah, jadi camkan ya. Saat ini tidak ada tanda-tanda apapun bahwa Indonesia dikatakan sebagai negara gagal ya. Jadi anda jangan percaya pada berita yang tidak akurat dan bombastis. Anda mahasiswa harus bisa berpikir cerdas dan pintar atas sebuah berita ya. Sekarang kita beralih ke konsep berikutnya, sesuai pertanyaanmu.

2. Bangsa yang gagal (failed nation) – apakah itu?Saya gunakan definisi dari sumber yang sama yaitu ensiklopedia britanica. Apakah itu sebuah nation atau bangsa? A nation is a group of people with a common language, history, culture, and (usually) geographic territory. Saya terjemahkan ya, supaya anda paham wahai mahasiswa. Sebuah bangsa adalah (dibangun atau terdiri dari) sekelompok orang/manusia (yang rasional) dimana mereka memiliki bahasa yang sama, sejarah yang sama, ada identitas budaya yang dibangunnya (bersama-sama), serta mereka biasanya mendiami sebuah teritorial atau wilayah tertentu dimana mereka lekat dengan wilayah tersebut.

Lalu saya katakan kepada sang mahasiswa bahwa bangsa yang gagal (failed nation) adalah sekelompok manusia atau orang yang mendiami sebuah wilayah dan tidak berhasil membangun bahasa atau identitas yang sama, mereka juga tak berhasil membangun budaya (termasuk gagal dalam membangun pendidikan, gagal dalam membangun seni, gagal dalam memelihara teknologi, gagal dalam membina hukum, gagal dalam memelihara sistem religi) yang disepakatinya. Mereka juga gagal dan mengingkari sejarah asal-usul kehadiran mereka di suatu kawasan.

Saya kini bertanya lagi kepada sang mahasiswa, apakah masyarakat Indonesia yang mendiami nusantara ini menunjukkan tanda-tanda sebagai bangsa yang gagal seperti di atas? Sang mahasiswa menjawab: “sama sekali tidak pak, bahkan kita semakin kuat membangun identitas bangsa Indonesia”. Baiklah, jika demikian, maka jika ada orang yang mengatakan bangsa Indonesia menuju bangsa yang gagal, anda jangan percaya pada statement sekenanya seperti itu ya. Hati-hati terhadap statement yang tidak terukur sehingga terkesan asal lempar kata-kata. You mahasiswa, biasakan selalu berpikir secara analitis dan memakai parameter/ukuran bila berbicara.

3. Penutup Saya tanya kepada mahasiswa: “kenapa anda menanyakan dua konsep diatas” pagi-pagi disela nonton bola seperti ini? You mengganggu saya saja..Mahasiswa menjawab: “mohon maaf pak, saya hanya ingin menilai pernyataan salah satu tokoh politik negeri ini, yang membuat statement agak campur-campur dan tidak dapat membedakan antara apa itu negara gagal dan apa itu bangsa gagal, sehingga membingungkan warga seperti saya ini”.Saya bertanya: “siapa dia yang anda maksud, itu”?

Mahasiswa menjawab: “itu pak..si anu….eh sebentar pak saya pamit dulu, ini sedang nonton Tim Inggris vs Tim Denmark…waduh ada tendangan bunuh diri pak dari Tim Denmark pak – goal buat tim Inggris”

Salam pagi

Sumber : Status Facebook Arya Hadi Dharmawan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed