by

Russian Propaganda

Russian propaganda itu juga terjadi di berbagai majlis ilmu dan tempat ibadah. Bungkusnya menegakkan agama, menyelamatkan ummat, tapi sebenarnya itu propaganda politik dengan menyebarkan kebohongan terus menerus, dengan channel yang begitu banyak, agen2 yang tersebar luas, dan dengan isu kebencian yang memikat bagi laron2 yang mabok konspirasi.

Trik terpopuler, selain fitnah dan kebencian, dari russian propaganda adalah adu domba. Nah mereka kirimlah wartawan minta komentar Dubes Rusia. Kedubes akan jawab itu normatif. Tapi mereka akan sebarkan itu dengan aroma ancaman dan ketakutan. Mereka serentak seolah2 jadi pro russia dan anti pemerintah sendiri.

Tapi untungnya kedubes Russia itu pintar. Dia tidak akan berlaku bodoh seperti Dubes saudi yang kemudian ditarik pulang karena kecomelannya terhadap NU. Begitu dia masuk terlalu jauh ke dalam politik dalam negeri Indonesia, dia terancam persona non grata.

Nah, trik paling dangkal dari russian propaganda itu adalah asal ngomong, ngomong sembarangan, dan asal njeplak aja. Mereka yakin kalau terus menerus begitu org juga akan percaya. Makanya ada yang masa bodo aja bilang tempe setipis ATM, uang 100 ribu cuma dapat bawang sama cabe, atau bilang indonesia terancam bangkrut kaya negara2 afrika semacam Haiti, atau negara ini bakal bubar kalau bukan dia yang jadi presidennya.

Saudara2ku, semua cerita di atas adalah pengamalan dan pengejawantahan dari Russian Propaganda. Pelakunya? Ya melayu2 dan pribumi. Konsultannya?… percaya deh… konsultannya bukan orang sini.

Sumber Status Facebook Hasan Nasbi Batupahat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed